Beijing: Filipina menuduh personel Penjaga Pantai Tiongkok memukul seorang anggota militernya dalam insiden di dekat Second Thomas Shoal, Laut China Selatan, pada Senin kemarin. Beijing membantah tuduhan tersebut dan menyatakan personelnya bertindak dengan "penahanan diri maksimal" setelah diprovokasi pihak Filipina.
Dalam pernyataannya, National Task Force for the West Philippine Sea (NTF-WPS) menyebut insiden terjadi sekitar pukul 09.15 waktu setempat ketika kapal Penjaga Pantai Tiongkok bernomor 21560 mengerahkan sebuah perahu karet yang mendekati BRP Sierra Madre.
Menurut Filipina, personelnya berulang kali meminta perahu tersebut meninggalkan lokasi. Namun, awak kapal Tiongkok disebut menolak mundur dan justru meningkatkan eskalasi.
NTF-WPS menuduh seorang anggota Penjaga Pantai Tiongkok memukul seorang personel militer Filipina di bagian kepala menggunakan tongkat kayu hingga mengalami luka dan memerlukan perawatan medis.
Beijing membantah tuduhan tersebut. Penjaga Pantai Tiongkok menyatakan perahu karet Filipina mengabaikan peringatan berulang kali, mendekati kapal patroli Tiongkok dengan kecepatan tinggi, serta berupaya mengepung dan menabraknya.
Menurut pernyataan Tiongkok yang dikutip Global Times, Selasa, 21 Juli 2026, personel Filipina lebih dahulu menyerang petugas penegak hukum Tiongkok menggunakan dayung dan tongkat panjang. Sengketa Laut China Selatan Penjaga Pantai Tiongkok mengklaim hanya memberikan peringatan lisan, melakukan manuver, dan mengambil tindakan balasan yang sesuai hukum sambil tetap menunjukkan "penahanan diri maksimal dan rasionalitas."
Tiongkok juga menuduh Manila memutarbalikkan fakta dan menyebarkan informasi yang tidak benar mengenai insiden tersebut.
Sementara itu, Filipina menyatakan BRP Sierra Madre ditempatkan di Second Thomas Shoal, yang menurut Manila berada di dalam zona ekonomi eksklusif dan landas kontinen Filipina.
NTF-WPS menyebut keselamatan setiap personel militer Filipina merupakan prioritas utama dan menggambarkan insiden tersebut sebagai tindakan agresif yang meningkatkan ketegangan serta risiko salah perhitungan di laut.
Filipina menegaskan tetap berkomitmen menyelesaikan sengketa secara damai sesuai hukum internasional, sembari melindungi hak berdaulat dan yurisdiksinya.
Manila juga mendesak Penjaga Pantai Tiongkok menghentikan tindakan yang dinilai membahayakan keselamatan serta mematuhi kewajibannya berdasarkan Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS).
Baca juga: Filipina Tuduh Penjaga Pantai Tiongkok Pukul Pelaut di Laut China Selatan




