Putus Kuliah di Tengah Jalan, Kisah Rahmi Tempuh Perjalanan 7 Jam untuk Temui Dedi Mulyadi Viral

grid.id
9 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Kisah Rahmi, seorang mahasiswi yang rela menempuh perjalanan tujuh jam demi menemui Dedi Mulyadi. Ia berharap bisa berkuliah lagi setelah putus kuliah di tengah jalan.

Seorang gadis bernama Rahmi (20) terpaksa berhenti kuliah karena keluarganya tak lagi mampu membayar biayanya. Ia pun memutuskan untuk datang ke Universitas Negeri Padang (UNP) pada Sabtu (18/7/2026).

Kedatangannya tak lain adalah untuk bertemu dengan Dedi Mulyadi. Ia ditemani dengan sang ibu, Desmawarni (40).

Keduanya datang dengan harapan agar Rahmi bisa kembali berkuliah. Rahmi mengaku mengetahui informasi soal Dedi Mulyadi dari dosennya.

"Tau KDM (Kang Dedi Mulyadi) datang dari Pak Putra, dosen saya. Saya mau minta bantuan biaya kuliah," ujar Rahmi, dikutip dari Kompas.com.

Lebih lanjut, ia mengaku telah menempuh perjalanan selama tujuh jam. Rahmi dan ibunya berangkat sejak dini hari dari Nagari Sungai Kunyit, Kecamatan Sangir Balai Janggo, Kabupaten Solok Selatan.

Diketahui, Rahmi sempat diterima sebagai mahasiswa Program Studi S1 Teknik Komputer di Politeknik Negeri Padang Kampus Lubuk Malako, Solok Selatan. Namun imipiannya menjadi sarjana hanya bertahan satu semester.

Sebab, menjelang ujian semester, ia terpaksa harus berhenti kuliah. Alasannya adalah karena keluarganya tidak lagi mampu membayar biaya pendidikan.

"Putus kuliah karena enggak ada biaya kuliah. Kemarin daftar Rp 3 juta. Uang semester Rp 2 juta. Uang pendaftaran saja baru dibayar," ujarnya.

"Sudah satu semester kuliah, putus di tengah jalan. Pas mau masuk ujian," lanjut Rahmi.

Saat itu Rahmi mengikuti seluruh rangkaian acara sambil berharap dapat berbicara langsung dengan Dedi mulyadi. Namun kesempatan itu tidak pernah datang.

 

Diketahui, setelah melakukan sambutan sekitar pukul 11.10 WIB, Dedi Mulyadi langsung menuju taksi yang telah menunggunya untuk berangkat ke Bandara Internasional Minangkabau. Sebab ia dijadwalkan kembali ke Jawa Barat pada siang hari.

"Tapi enggak bisa ketemu, enggak bisa ngobrol. Sedih enggak bisa ketemu," katanya lirih.

Di balik perjuangan Rahmi, kedua orangtuanya terus berusaha agar anak sulung mereka bisa melanjutkan pendidikan. Sang ayah diketahui bekerja dengan menjual bambu giling basah ke sejumlah pasar di Solok Selatan. Sementara Desmawarni ikut membantu mencari nafkah.

"Kami punya empat anak. Semuanya sedang sekolah. Rahmi yang paling besar. Banyak pengeluaran."

"Kami cuma tinggal di rumah kayu semi permanen. Kecil, dengan enam orang anggota keluarga," jelas Desmawarni.

Meksipun sudah berusaha untuk menemui Dedi Mulyadi, Rahmi tidak bisa mewujudkan keinginannya. Padahal ia dan sang ibu menempuh perjalanan selama tujuh jam dengan harapan agar Rahmi bisa kembali melanjutkan pendidikan. Kisah Rahmi pun viral.

Kabar lainnya, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa tidak ada alasan lagi untuk mengaktifkan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) di SMA dan SMK negeri. Sebab menurutnya, kebutuhan operasional sudah bisa dipenuhi dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan bantuan operasional yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Mantan bupati Purwakarta itu mengatakan bahwa pemerintah sudah mengecek kebutuhan anggaran sekolah negeri. Hasilnya, dana yang ada dinilai masih cukup untuk membiayai kegiatan belajar mengajar.

"Saya sudah cek. Cukup dengan dana BOS dan dana biaya operasional dari Provinsi Jawa Barat."

"Cukup sampelnya banyak, datanya banyak," ujar Dedi.

Lebih lanjut, ia juga menyinggung terkait masih adanya penyalahgunaan dana BOS. Berdasarkan hasil pemeriksaan, nilai temuannya dalam APBD 2025 mencapai sekitar Rp 4 miliar.

 

"Bahkan kalau mau dibuka, yang menggunakan dana BOS untuk kepentingan lain yang bukan pendidikan, jumlah temuannya APBD 2025 itu sampai Rp 4 miliar," kata Dedi, dikutip dari Tribunnews. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Poin-Poin Penting RUU PFII yang Disahkan Jadi UU Hari ini
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Gempa Hari Ini Guncang Kuta Selatan Bali, Cek Magnitudo dan Pusatnya
• 5 jam lalurctiplus.com
thumb
FOMO tapi Enggan Berprogress: Fenomena Fixed Mindset Mahasiswa di Zona Nyaman
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Pemerintah Terbitkan Panda Bond Perdana 23 Juli, Target Himpun Dana US$1 Miliar
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
PDAM Makassar Pastikan Tagihan Air Pelanggan Mengacu pada Data Stand Meter, Bukan Kenaikan Tarif
• 22 jam laluterkini.id
Berhasil disimpan.