JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan pihaknya akan fokus melakukan evaluasi terkait program MBG, termasuk menata ulang SPPG.
Menurutnya, pembangunan dapur MBG di era pimpinan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana masih sangat sembarangan.
"Ini yang termasuk PR kami melakukan perbaikan. Karena yang dilakukan kemarin, ya ini sebagai bahan evaluasi, itu tidak memperhatikan hal ini, gitu. Jadi katakanlah untuk mendirikan SPPG, kan tahu ya ceritanya ya tentang SPPG? Semua siapa yang punya titik, kemudian daftar titik, ah lalu di situlah calon mitranya itu yang mencari calon penerima manfaat di sekitarnya," ujar Agustina di Kompleks Istana, Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Baca juga: BGN Ungkap Evaluasi MBG Fokus ke Penerima Manfaat hingga Insentif SPPG
Padahal, salah satu tujuan MBG untuk memberikan makanan bergizi ke anak-anak guna mencegah stunting.
"Sehingga tidak ada tuh perhatian terhadap "Nih daerah stunting bukan sih?", daerah yang apa perlu disasar nggak sih karena ada kondisi tertentu? Nggak. Mereka pokoknya ada SD sekitarnya, ada SMP sekitarnya, mau gitu. Apalagi ketika titik-titik SPPG itu sudah terlalu banyak, malah ada di lapangan yang berebut," ujarnya.
Oleh karena itu, kini BGN melakukan evaluasi usai pimpinan sebelumnya terjerat kasus korupsi.
BGN juga akan menyisir jumlah menerima manfaat MBG serta lokasi titik SPPG.
"Karena ternyata ada misalnya nih satu SPPG yang dilayani oleh eh satu sekolah dilayani dua SPPG. Kami lihat, "Oh ada indikasi nih bisa jadi dobel", maksudnya jumlahnya jadi dobel. Nah, itu yang satu per satu kami sisir. Jadi supaya benar-benar dampaknya tepat atau tidak," jelasnya.
Baca juga: Alasan Dapur MBG Tidak Boleh Pakai MinyaKita, Ini Kata Korwil SPPG Blora
Menurut Agustina, BGN saat ini akan fokus evaluasi menyisir penerima manfaat serta persoalan SPPG.
Selain titik SPPG, BGN juga akan mengevaluasi insentif SPPG.
Agustina menegaskan BGN tidak akan mengikuti ketentuan lama. BGN akan mencari skema baru dalam implementasi MBG.
"Yang jelas pokoknya kami tidak ingin mengikuti yang lama itu ya, maksudnya, bahwa 'oh pokoknya ada titik di sini deh'. Titik yang sekarang sudah terlanjur 27.469 tuh kami rapikan," jelasnya.
Jika penataan ulang MBG rampung, tentu ini akan mengurangi anggaran.
"Otomatis pasti anggaran akan efisien, pastilah itu. Nggak mungkin nggak kan," ungkapnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




