Penetapan tersebut menandai dimulainya fase implementasi proyek waste-to-energy di delapan kawasan yang mencakup 20 kabupaten dan kota di Indonesia.
IDXChannel - PT Danantara Investment Management (DIM) menetapkan delapan mitra untuk menggarap proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) tahap kedua.
Penetapan tersebut menandai dimulainya fase implementasi proyek waste-to-energy di delapan kawasan yang mencakup 20 kabupaten dan kota di Indonesia.
Delapan mitra yang memperoleh Conditional Letter of Award (CLoA) tersebut yakni Nusantara Energi Hijau Consortium (BGE Sentosa Utama) untuk proyek Medan Raya, Consortium Everbright Cemerlang Energy (Everbright Harmoni) di Kabupaten Bekasi, Bumi Biru Indonesia (SUS Indoplas) di Lampung Raya, Masa Depan Energi Indonesia (Chandra Waste Energy BGE) di Serang Raya.
Selanjutnya ada Veolia Environmental Services Asia Pte Ltd (Veolia) di Semarang Raya, Consortium Mentari Citra Lestari (Bakrie Power SUS) di Surabaya Raya, MPM-CEVIA Consortium (Mega Power CEVIA) di Bogor Raya 2, serta Cakra Energi Lestari Consortium (Pertamina NRE Tianjin CITICC) untuk proyek Yogyakarta Raya.
Khusus proyek Medan Raya, mitra terpilih ditetapkan melalui mekanisme mitra cadangan sesuai ketentuan seleksi yang telah ditetapkan sejak awal.
Dengan diterbitkannya CLoA, para mitra kini memasuki tahapan lanjutan menuju Final Letter of Award (FLoA). Tahapan tersebut mencakup penyusunan feasibility study yang ditargetkan selesai pada pertengahan November 2026, dilanjutkan proses perizinan, serah terima lahan, hingga groundbreaking yang dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026 hingga Januari 2027.
Jika mitra gagal memenuhi persyaratan, penunjukan akan dialihkan kepada mitra cadangan atau dilakukan penawaran ulang.
Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, mengatakan proses seleksi mitra dilakukan secara disiplin sesuai mekanisme yang telah ditetapkan sejak awal.
Menurutnya, seluruh mitra diharapkan mampu memenuhi target pelaksanaan proyek sekaligus menerapkan standar tata kelola yang baik selama pembangunan berlangsung.
"Proses seleksi mitra yang dijalankan DIM dan Denera dilaksanakan secara disiplin sesuai mekanisme yang telah ditetapkan. Kami berharap seluruh Mitra untuk dapat memenuhi target yang telah sepakati serta menerapkan standar tata kelola yang baik dalam pelaksanaannya," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (21/7/2026).
DIM mencatat proses seleksi delapan mitra PSEL tahap kedua diselesaikan dalam waktu kurang dari tujuh pekan. Sebanyak 68 proposal masuk dari 85 penyedia terverifikasi yang berasal dari tujuh negara, yakni Indonesia, China, Jepang, Prancis, India, Korea Selatan, dan Singapura. Dari delapan mitra yang terpilih, empat di antaranya merupakan konsorsium yang dipimpin perusahaan Indonesia.
Program PSEL tahap kedua merupakan bagian dari pengembangan nasional pengolahan sampah menjadi energi yang dijalankan secara bertahap. Sebelumnya, proyek tahap pertama telah dimulai melalui peresmian pembangunan PSEL Bali, sementara proyek PSEL Kota Bekasi dan Bogor Raya dijadwalkan segera memasuki tahap pembangunan.
Seluruh proyek nantinya akan dikembangkan oleh PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), platform pengembangan PSEL di bawah DIM untuk mempercepat penanganan sampah sekaligus mendorong investasi hijau, menciptakan lapangan kerja, menekan emisi gas rumah kaca, dan memperkuat industri pengelolaan sampah nasional.
(DESI ANGRIANI)





