Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mempercepat penguatan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) menjelang berakhirnya sistem open dumping di TPST Bantargebang pada 1 Agustus 2026.
Menurut Pramono, persiapan penghentian open dumping telah dibahas dalam rapat internal Pemprov DKI. Salah satu langkah yang ditempuh ialah menghidupkan kembali fungsi TPS 3R, melalui investasi peralatan dan kolaborasi dengan pihak swasta agar sampah dapat diolah sebelum dikirim ke Bantargebang.
Advertisement
“Memang sekarang ini Pemerintah DKI Jakarta betul-betul untuk TPS 3R-nya itu dihidupkan kembali dan kami investasi beberapa peralatan dan kerja sama juga dengan swasta untuk yang dulu tidak di-manage dengan baik, supaya sebelum ke Bantargebang itu sudah selesai di TPS 3R-nya,” kata Pramono di Pela Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2026).
Untuk memastikan kesiapan di lapangan, Pramono mengaku akan meninjau langsung sejumlah TPS 3R dalam pekan ini. Kunjungan tersebut sekaligus untuk melihat kesiapan fasilitas dan peralatan yang akan mendukung pengolahan sampah.
“Di beberapa tempat nanti dalam minggu ini saya akan ada 4-5 TPS 3R yang saya kunjungi sendiri termasuk peralatan yang ada,” ujar dia.
Pramono berharap optimalisasi TPS 3R akan mampu menekan volume residu yang harus dibuang ke TPST Bantargebang setelah sistem open dumping resmi dihentikan.
“Mudah-mudahan dengan ini, residu yang akan tetap dikirim ke Bantar Gebang itu akan berkurang banyak,” kata Pramono.




