Biaya Ekspor Daging Sapi ke Indonesia Tinggi, USMEF Jelaskan Penyebabnya

idxchannel.com
8 jam lalu
Cover Berita

Setiap produk yang dikirim ke Indonesia harus melalui pemeriksaan ketat oleh United States Department of Agriculture (USDA). 

Biaya Ekspor Daging Sapi ke Indonesia Tinggi, USMEF Jelaskan Penyebabnya. (Foto: MNC Media)

IDXChannel—Indonesia adalah salah satu pasar penting bagi industri daging sapi Amerika Serikat. Namun, untuk bisa masuk ke Tanah Air, setiap produk harus memenuhi persyaratan halal yang cukup ketat.

Regional Director ASEAN U.S. Meat Export Federation (USMEF), Sabrina Yin, mengatakan seluruh daging sapi asal AS yang diekspor ke Indonesia wajib memiliki sertifikat halal dari lembaga yang telah diakui oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Baca Juga:
Daging Sapi Amerika Punya Cita Rasa yang Berbeda, Ternyata Ini Rahasianya

“Semua daging sapi AS yang masuk ke Indonesia harus bersertifikat halal. Kami sangat menghormati persyaratan negara dan agama,” kata Sabrina saat ditemui di di Food and Hospitality Indonesia 2026 pada Selasa (21/7/2026).

Sabrina mengakui regulasi halal menjadi tantangan tersendiri. Hal itu karena tidak semua rumah potong hewan di Amerika Serikat memenuhi persyaratan ekspor ke Indonesia.

Baca Juga:
Kelapa hingga Daging Sapi Tetap Laris Meski Harganya Melonjak Jelang Lebaran

“Kami hanya memiliki fasilitas yang terbatas untuk memenuhi persyaratan Indonesia. Hal itu juga membuat biaya ekspor menjadi lebih tinggi,” ujarnya.

Meski demikian, Sabrina menegaskan industri daging Amerika Serikat tetap mengutamakan sertifikasi halal. Ia juga menjelaskan bahwa setiap produk yang dikirim ke Indonesia harus melalui pemeriksaan ketat oleh United States Department of Agriculture (USDA). 

Produk yang tidak memenuhi standar keamanan pangan maupun persyaratan Indonesia tidak akan memperoleh sertifikat ekspor.

“Setiap pengiriman harus ditandatangani oleh pemerintah AS melalui USDA. Jika tidak memenuhi persyaratan Indonesia, sertifikat ekspor tidak akan diterbitkan,” jelas Sabrina.

Selain mengutamakan keamanan pangan, Sabrina menyebut industri peternakan Amerika Serikat juga berkomitmen terhadap kesejahteraan hewan dan praktik peternakan berkelanjutan.

Menurutnya, banyak peternakan di Amerika Serikat yang telah diwariskan secara turun-temurun hingga lima atau enam generasi sehingga keberlanjutan menjadi perhatian utama.

“Mereka ingin memastikan tanah, air, hewan, dan lingkungan tetap terjaga agar bisa diwariskan kepada generasi berikutnya. Karena itu, kesejahteraan hewan dan keberlanjutan menjadi fokus penting bagi industri kami,” tutupnya.

(Nadya Kurnia)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polres Tangsel Ringkus 4 Pelaku Pembunuh Anggota TNI AD di Tangerang
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Presiden Prabowo: 250 BUMN Ditutup, Indonesia Hemat Rp50 Triliun
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
40 Ribu Warga Pulau Terluar Pangkep Masih Terisolasi, Komisi V DPR Desak Kemenhub Bangun Pelabuhan Rau–Daruba
• 9 jam laluharianfajar
thumb
Foto: 23 Orang di Afghanistan Tewas Imbas Banjir Bandang
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Purbaya cs Blak-blakan soal Babinsa Ikut Urus Masalah Perpajakan, Begini Faktanya
• 2 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.