Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku tengah mendalami penyebab maraknya aksi tawuran yang kembali terjadi di kawasan Koja, Jakarta Utara. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul kasus tawuran yang menewaskan seorang remaja di Komplek UKA, Kelurahan Tugu Utara, Koja, beberapa waktu lalu.
“Saya sedang mendalami apa sih penyebab utamanya? Karena tawuran sering terjadi untuk hal-hal kecil balap motor, nongkrong bareng-bareng, bahkan main catur pun bisa jadi tawuran kalau apa di antara mereka kemudian tidak akrab atau tidak akur,” tutur Pramono di Tribrata Hotel & Convention Center, Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2026).
Advertisement
Pramono mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus berupaya menekan angka tawuran melalui pendekatan yang lebih preventif. Menurut dia, energi para remaja perlu diarahkan ke kegiatan yang lebih positif dan produktif.
“Saya sekali lagi nggak bosan-bosan meminta kepada siapa pun yang melakukan tawuran itu untuk menghentikan tawuran di Jakarta. Supaya energinya disalurkan dengan hal-hal yang lebih positif, lebih produktif,” jelasnya.




