Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengimbau warga mengantisipasi kebakaran saat musim kemarau, salah satunya dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan.
“Kami meminta betul warga juga ikut terlibat menjaga bersama-sama, terutama untuk daerah-daerah yang sensitif yang padat penduduk seperti di Tambora, Cakung, dan sebagainya. Jangan kemudian misalnya, habis merokok membuang puntung sembarangan yang bisa mengakibatkan kebakaran,” kata Pramono di kawasan Jakarta Selatan, Selasa.
Menurut prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Jakarta akan mengalami kemarau panjang.
Untuk itu, masyarakat diminta mewaspadai terjadinya kebakaran di musim kemarau ini. Sebab, potensi kebakaran lebih besar pada musim kemarau.
“Maka untuk itu, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta kami juga sudah melakukan sosialisasi, termasuk setiap RW harus ada APAR-nya satu,” papar Pramono.
Sebelumnya, Pramono telah menandatangani Peraturan Gubernur (Pergub) tentang satu rukun tetangga (RT) satu alat pemadam kebakaran ringan (APAR) untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran di wilayah Jakarta.
Adanya satu APAR di tiap RT dinilai dapat mempercepat penanganan awal sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Baca juga: DKI siapkan respon cepat tanggulangi pencemaran udara saat kemarau
Baca juga: PAM Jaya dinilai mampu penuhi kebutuhan air saat kemarau ekstrem
Baca juga: DKI sudah antisipasi dampak musim kemarau 2025 yang mundur
“Kami meminta betul warga juga ikut terlibat menjaga bersama-sama, terutama untuk daerah-daerah yang sensitif yang padat penduduk seperti di Tambora, Cakung, dan sebagainya. Jangan kemudian misalnya, habis merokok membuang puntung sembarangan yang bisa mengakibatkan kebakaran,” kata Pramono di kawasan Jakarta Selatan, Selasa.
Menurut prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Jakarta akan mengalami kemarau panjang.
Untuk itu, masyarakat diminta mewaspadai terjadinya kebakaran di musim kemarau ini. Sebab, potensi kebakaran lebih besar pada musim kemarau.
“Maka untuk itu, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta kami juga sudah melakukan sosialisasi, termasuk setiap RW harus ada APAR-nya satu,” papar Pramono.
Sebelumnya, Pramono telah menandatangani Peraturan Gubernur (Pergub) tentang satu rukun tetangga (RT) satu alat pemadam kebakaran ringan (APAR) untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran di wilayah Jakarta.
Adanya satu APAR di tiap RT dinilai dapat mempercepat penanganan awal sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Baca juga: DKI siapkan respon cepat tanggulangi pencemaran udara saat kemarau
Baca juga: PAM Jaya dinilai mampu penuhi kebutuhan air saat kemarau ekstrem
Baca juga: DKI sudah antisipasi dampak musim kemarau 2025 yang mundur





