JAKARTA, KOMPAS.com - Kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi yang terletak di Jalan Moh Ismail, Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan hingga kini masih mengungsi ke SDN Kebayoran Lama Selatan 11 Pagi setelah atap bangunan sekolah mereka roboh pada 2024.
Akibatnya, siswa dari kedua sekolah harus bergantian menggunakan ruang kelas.
"Ya untuk KBM-nya jadi anak-anak kami numpang di SDN Kebayoran Lama 11, kebetulan kan memang sebelahan," ujar wali murid, Evi Afrida, saat ditemui di depan sekolah, Selasa (21/7/2026).
Baca juga: SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Ditargetkan Dibangun pada 2027, Anggaran Sudah Masuk
Evi menjelaskan, siswa SDN Kebayoran Lama Selatan 11 Pagi belajar pada pagi hingga siang hari.
Setelah itu, barulah siswa SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi mengikuti kegiatan belajar mulai pukul 13.00 WIB.
Menurut dia, perubahan jadwal tersebut mengganggu rutinitas anak-anak.
Baca juga: SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Roboh 2 Tahun, Haruskah Viral Dulu agar Diperbaiki?
Waktu luang pada pagi hingga siang hari lebih banyak dihabiskan untuk bermain gawai sambil menunggu jam masuk sekolah.
“Jadi anak-anak tuh jadinya (main) gadget. Kan tadinya enak nih, pagi dia bersekolah, sorenya dia mengaji, pulang sekolah istirahat, langsung bangun tidur ngaji lagi gitu,” kata dia.
Kondisi itu juga membuat sebagian orangtua memilih memindahkan anaknya ke sekolah lain.
Evi mengatakan, beberapa teman anaknya kini telah menjadi murid di SDN Kebayoran Lama Selatan 11 Pagi.
Baca juga: SDN Kebayoran Lama 09 Rusak 2 Tahun, Wali Murid Minta Pramono Dengar Keluhan Anak-anak
Meski demikian, Evi mengaku belum mempertimbangkan untuk memindahkan anaknya.
Hal senada disampaikan wali murid lainnya, Fitri (37). Menurut dia, banyak orangtua yang akhirnya memindahkan anak mereka karena khawatir kondisi tersebut berlangsung terlalu lama.
"Banyak banget! OTM (orang tua murid) yang sudah pindah. Bahkan saya sendiri kalau anak saya mungkin enggak di kelas sekarang kelas 6 gitu, mungkin udah saya pindahin," kata Fitri.
Fitri mengaku memilih mempertahankan anaknya di sekolah tersebut karena kini sudah duduk di kelas VI sehingga tinggal menyelesaikan pendidikan di jenjang sekolah dasar.
Baca juga: Pramono Ngaku Baru Tahu SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Roboh 2 Tahun, Janji Segera Perbaiki
Atap SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi diketahui roboh pada hari pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada November 2024. Saat itu kegiatan belajar mengajar sedang libur.
Berdasarkan informasi yang diterima para wali murid dari warga sekitar, kerusakan atap terjadi secara bertahap sejak pagi. Saat hujan turun pada sore hari, atap bangunan akhirnya ambruk dan menimpa kursi serta lemari di dalam kelas.
Kaca-kaca jendela pun pecah dan hingga kini masih berserakan di lantai, tertutup debu dan lumut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




