WNI asal Maros Tewas Diduga Dibunuh Teman di Armenia, Keluarga Berharap Jenazah Dipulangkan

rctiplus.com
7 jam lalu
Cover Berita
WNI asal Maros Tewas Diduga Dibunuh Teman di Armenia, Keluarga Berharap Jenazah DipulangkanNasional | inews | Selasa, 21 Juli 2026 - 14:55Dengarkan Berita

MAROS, iNews.id - Warga negara Indonesia (WNI) asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Valenth Alexie Tamboto (24), ditemukan tewas mengenaskan dalam kamar mes perusahaan tempatnya bekerja di Kota Yerevan, Armenia. Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, tangan dan kaki korban ditemukan terikat lakban saat pertama kali ditemukan.

Kasus tersebut menjadi perhatian setelah informasi kematian Valenth beredar luas di media sosial yang diduga karena dibunuh teman kerja sesama WNI. Keluarga menduga korban mengalami tindak kekerasan yang melibatkan rekan kerjanya sesama WNI, tetapi penyebab kematian dan motifnya masih menunggu hasil penyelidikan resmi otoritas Armenia.

Adik korban, Arnold Laurenc Tamboto, mengatakan keluarga memperoleh kabar dari rekan kerja Valenth yang berada di negara berbeda.

"Saya dapat kerja dari rekan kerjanya tapi di negara berbeda. Kami diberi tahu kakak saya ditemukan sudah terbujur kaku dalam kamarnya," ujarnya, Selasa (21/7/2026).

Baca Juga:Aktivitas Gunung Anak Krakatau Meningkat, Masyarakat Diimbau Waspada

Peristiwa itu terungkap setelah Valenth tidak dapat dihubungi dan tidak terlihat keluar dari kamar sejak hari liburnya. Rekan-rekan kerja yang curiga kemudian membuka kamar korban menggunakan kunci cadangan. Korban ditemukan dalam kondisi tertutup selimut dan sudah meninggal dunia, dengan bagian mulut serta leher dilakban.

"Jadi saat dicek, kakak saya tertutup selimut sudah kaku. Kaki dan tangan terikat lakban," katanya.

Valenth diketahui baru sekitar tiga bulan bekerja di Armenia. Menurut keluarga, dia bekerja di bidang konsultan teknologi informasi.

"Kakak saya bekerjka sebagai IT Consultant sudah tiga bulan di sana," ucapnya.

Valenth merupakan anak pertama dari tiga bersaudara dan selama ini menjadi tulang punggung keluarga. Sebelum kejadian, korban tidak pernah menceritakan adanya masalah serius di lingkungan kerja, meski sempat menyampaikan keinginan untuk pulang ke Indonesia.

Keluarga menduga kejadian tersebut berkaitan dengan penolakan korban untuk terlibat dalam dugaan penyalahgunaan dana perusahaan. Namun, dugaan tersebut belum dikonfirmasi oleh pihak berwenang dan masih harus dibuktikan melalui penyelidikan.

Baca Juga:Mahasiswa Tetap Turun ke Jalan meski Banyak Aktivis Masuk Pemerintahan, Ini Analisis Ubedilah Badrun

Arnold mengatakan keluarga telah menghubungi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan mendapat pendampingan. Mereka berharap pemerintah membantu mempercepat pemulangan jenazah agar dapat dimakamkan di Indonesia.

"Kami sudah hubungi KBRI dan dibantu. Kami keluarga sangat berharap pemerintah bisa membantu agar kami bisa bertemuk dengan kakak kami untuk terakhir kalinya dan memakamkannya. Kami juga berharap agar para pelaku ditangkap," ujarnya.

Keluarga juga mengaku menerima informasi bahwa sejumlah orang telah diamankan terkait kasus tersebut. Meski demikian, informasi itu masih menunggu konfirmasi resmi dari otoritas Armenia maupun pemerintah Indonesia.

"Informasi kami terima ada enam terduga pelaku sudah diamankan dan satu orang kabur," ucapnya.

Keluarga inti dan kerabat masih berkumpul di rumah adik korban di Kota Makassar. Mereka menunggu perkembangan penyelidikan sekaligus kepastian mengenai proses pemulangan jenazah Valenth ke Tanah Air.

#sulsel

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pramono Ungkap Strategi TPS 3R Kurangi Sampah ke Bantargebang
• 10 jam laluliputan6.com
thumb
Prabowo Sends Teams Abroad to Study Hunger-Reduction Strategies
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Marak Kepala Daerah Kena OTT, Waka DPR Saan: Biaya Politik Harus Disisir
• 7 jam laludetik.com
thumb
Pertajam Lini Serang, Garudayaksa FC Rekrut Winger Kaya Pengalaman Borneo FC Muhammad Sihran
• 9 jam lalubola.com
thumb
Dino: Target 100 GW energi bersih Prabowo realistis
• 20 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.