Partai-partai politik dinilai tidak akan berani melawan Presiden Prabowo Subianto di Pilpres 2029, meskipun sudah memiliki tiket untuk mengusung capres-cawapres sendiri.
Pengamat politik Adi Prayitno menilai kalkulasi politik mereka rasional. Sebagai petahana, Prabowo dianggap punya peluang besar untuk kembali menang dengan segala sumber daya yang dimilikinya.
"Karena sebagai petahana, tentu saja Prabowo Subianto punya segala-galanya: dukungan politik, networking, dan segala instrumen kekuatan-kekuatan politik dari pusat hingga daerah untuk memenangkan pertarungan untuk yang kedua kalinya di Pilpres 2029," ujarnya dalam kanal YouTube Adi Prayitno Official, dikutip Selasa (21/7).
Adi menambahkan, sekalipun partai punya tiket, mereka akan berpikir ulang. Maju sebagai capres bukan perkara mudah, butuh logistik, jejaring, dan kekuatan politik besar. Jika peluang kalah sudah terlihat, partai lebih memilih tidak mengajukan calon.
"Dalam konteks itulah, saya menduga sekalipun partai politik yang menjadi peserta pemilu di 2029 nanti itu akan banyak punya tiket maju, tapi rasa-rasanya mereka berpikir realistis dan tidak mau memajukan calon presiden sendiri," jelasnya.
Menurut Adi, partai-partai justru akan berebut posisi sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo, ketimbang menantangnya secara langsung.
Baca Juga: Megawati ke Jokowi ke Ganjar: Rahasia PDIP Selalu Punya Jagoan Sejak 2004
Sebagai informasi, Mahkamah Konstitusi (MK) resmi menghapus ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) sebesar 20 persen melalui Putusan Nomor 62/PUU-XXII/2024 yang dibacakan pada awal Januari 2025.
Putusan ini berlaku mulai Pilpres 2029, sehingga semua partai berhak mengusung capres-cawapres tanpa syarat kursi DPR atau suara nasional.





