VIVA – Martunis, anak angkat Cristiano Ronaldo asal Aceh, kembali menjadi perhatian publik setelah pernyataannya mengenai sang ayah angkat ramai diperbincangkan di media sosial.
Hal itu bermula ketika Martunis sedang melakukan siaran langsung di TikTok. Dalam kesempatan tersebut, ia mengaku enggan bertemu Ronaldo apabila Portugal menelan kekalahan di Piala Dunia 2026.
"Intinya kalau misalnya Portugal kalah, Ronaldo tuh paling kecewa kalau timnya kalah. Aku gak mau ketemu dia kalau misalnya kalah," ucap Martunis dalam potongan siaran langsung akun TikTok-nya yang tersebar di X.
- .instagram.com/martunis_ronaldo/
Namun, harapan Martunis agar Portugal melaju lebih jauh di Piala Dunia 2026 harus berakhir. Portugal kalah tipis 0-1 dari Spanyol dalam pertandingan yang berlangsung ketat.
Gol tunggal Mikel Merino pada masa injury time menjadi penentu kemenangan La Roja sekaligus mengakhiri perjalanan Cristiano Ronaldo bersama Portugal di turnamen tersebut.
Dengan usianya yang telah menginjak 41 tahun, Piala Dunia 2026 kemungkinan besar menjadi penampilan terakhir Ronaldo di ajang sepak bola terbesar dunia.
"Itulah seorang Ronaldo, karena dia paling benci dengan kekalahan," sambung Martunis.
Kisah Martunis dan Cristiano Ronaldo
Nama Martunis Sarbini pertama kali dikenal dunia setelah dirinya selamat dari bencana tsunami Aceh pada 2004.
Saat itu, Martunis masih berusia tujuh tahun. Ia ditemukan oleh sekelompok wartawan di kawasan pesisir setelah dinyatakan hilang selama 21 hari pascatsunami dahsyat yang melanda Aceh.
Perhatian dunia semakin besar karena Martunis ditemukan mengenakan jersey Timnas Portugal bernomor punggung 10. Ketika itu, nomor tersebut dikenakan oleh salah satu legenda sepak bola Portugal, Rui Costa.
Kisah Martunis kemudian sampai ke telinga Cristiano Ronaldo, yang saat itu tengah menjadi salah satu bintang muda sepak bola Eropa.
Ronaldo bahkan datang langsung ke Aceh untuk menemui Martunis. Hubungan keduanya kemudian semakin dekat hingga Cristiano Ronaldo menjadikan Martunis sebagai anak angkatnya.
Komunikasi antara keduanya pun disebut masih terjalin hingga saat ini.
Setelah beranjak dewasa, Martunis sempat mengikuti jejak sang ayah angkat dengan menimba ilmu sepak bola di Portugal. Ia bahkan bergabung dengan akademi Sporting Lisbon, klub yang juga pernah menjadi tempat Ronaldo mengembangkan kariernya.





