VIVA – Timnas Indonesia kembali menatap mimpi yang belum pernah terwujud selama hampir tiga dekade, yakni menjuarai Piala AFF 2026 atau ASEAN Championship 2026. Tugas berat itu kini berada di pundak pelatih baru, John Herdman.
Pelatih asal Inggris tersebut menjadi sosok ke-11 yang dipercaya menangani Timnas Indonesia di ajang paling bergengsi Asia Tenggara. Misinya hanya satu: mengakhiri kutukan runner-up yang terus menghantui skuad Garuda sejak turnamen ini pertama kali digelar pada 1996.
Sepanjang sejarah keikutsertaan di Piala AFF, Indonesia menjadi salah satu negara yang selalu tampil di setiap edisi. Namun, dari 15 penyelenggaraan sebelumnya, trofi juara tak kunjung berhasil dibawa pulang.
Prestasi terbaik Indonesia hanyalah enam kali menjadi runner-up, sebuah rekor yang justru menjadi catatan paling menyakitkan dalam sejarah turnamen. Tak ada negara lain yang lebih sering menjadi finalis tanpa pernah meraih gelar.
Indonesia juga menjadi satu dari enam negara yang tak pernah absen tampil sejak Piala AFF bergulir, bersama Thailand, Malaysia, Vietnam, Singapura, dan Myanmar. Ironisnya, dari daftar tersebut, hanya Indonesia dan Myanmar yang belum pernah mencicipi gelar juara.
Kini harapan baru muncul bersama John Herdman yang menggantikan Patrick Kluivert. Mantan pelatih Timnas Kanada itu diharapkan mampu memutus rantai kegagalan yang terus berulang.
Perjalanan Indonesia di Piala AFF memang penuh pasang surut. Pada edisi perdana 1996 di bawah Danurwindo, Garuda hanya mampu mencapai semifinal.
Setelah itu Indonesia beberapa kali nyaris mengangkat trofi. Runner-up diraih pada 2000, 2002, 2004, 2010, 2016, dan 2020. Namun, setiap kesempatan emas selalu berakhir dengan kekecewaan.
Di edisi lain, Indonesia juga sempat tersingkir di fase grup maupun semifinal. Gelar juara pun masih menjadi mimpi yang belum terwujud hingga memasuki edisi ke-16 tahun ini.
Karena itu, tekanan besar kini berada di pundak Herdman. Dengan materi pemain yang dihuni banyak bintang naturalisasi dan talenta muda, publik berharap pelatih berusia 50 tahun itu mampu mencetak sejarah baru.
Piala AFF 2026 bukan sekadar turnamen biasa bagi Timnas Indonesia. Ini adalah kesempatan untuk menghapus label "raja runner-up" dan akhirnya membawa pulang trofi yang sudah dinanti selama 30 tahun





