Kondisi bangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Jakarta Selatan, memprihatinkan meski sudah hampir dua tahun sejak sebagian ruang kelasnya roboh.
Hingga kini, para siswa masih harus menumpang kegiatan belajar mengajar di SDN Kebayoran Lama Selatan 11 dengan sistem masuk siang.
Pantauan kumparan di lokasi pada Selasa (21/7), ruang kelas di sekolah tersebut terlihat roboh. Atap bangunan ambruk hingga bagian dalam ruang kelas dipenuhi puing. Bangku dan meja yang biasa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar sudah tidak terlihat.
Seorang warga sekitar, Ncun, menceritakan detik-detik ambruknya bangunan sekolah yang terjadi tak lama setelah pelaksanaan Pilkada 2024. Saat itu, sekolah sempat digunakan sebagai tempat pemungutan suara (TPS).
“Setelah acara pilkada, tendanya sudah dibongkar. Sekitar jam 07.00 malam hujan gerimis, angin kencang juga, tiba-tiba ambruk, suaranya kayak dentuman. Saya lagi di dalam rumah, terus warga sekitar pada keluar semua,” kata Ncun saat ditemui di lokasi.
Menurutnya, saat itu tidak ada korban karena para siswa sedang libur. Namun, keesokan harinya, tembok di dalam area sekolah roboh lagi.
“Besok paginya ambruk lagi. Dua kelas. Bunyinya ‘duar’, kita pada lari keluar. Pas dilihat ternyata temboknya pada rubuh,” ujarnya.
Setelah kejadian, kata Ncun, siswa sempat dikumpulkan di lapangan sebelum akhirnya dipindahkan untuk belajar di SDN Kebayoran Lama Selatan 11.
“Sekarang masih numpang di SDN 11. Dari 2024 sampai sekarang. Masuknya siang karena yang SD 11 pagi,” tuturnya.
Senada dengan itu, seorang warga yang juga wali murid, Rani (nama samaran), mengatakan pihak sekolah langsung menggelar pertemuan daring dengan para orang tua usai bangunan roboh untuk membahas lokasi belajar sementara.
“Kita langsung adain Zoom meeting untuk wali murid. Diarahkan kalau kegiatan belajar mengajar sementara numpang di SDN KLS 11 sampai sekarang,” katanya.
Menurut Rani, selama dua tahun terakhir orang tua murid terus menunggu kepastian pembangunan kembali sekolah. Berbagai upaya, termasuk melalui komite sekolah, telah dilakukan dengan mengajukan permohonan ke Dinas Pendidikan.
“Awalnya katanya diusulkan, terus kemarin infonya akan diusulkan di 2027. Itu pun belum tentu di-approve karena sudah banyak sekolah lain yang masuk daftar pembangunan. Jadi kita masih menunggu,” ujarnya.
Ia mengaku sistem belajar menumpang membuat aktivitas anak-anak menjadi terbatas. Selain harus masuk siang, jam belajar juga dipersingkat karena bergantian menggunakan ruang kelas dengan sekolah yang ditumpangi.
“Yang pertama jadwal anak jadi berantakan. Tadinya sekolah pagi jadi siang. Pulangnya sore banget. Ekskul juga enggak ada sementara. Jam belajar juga dikurangin karena gantian tempat,” ucapnya.
Rani menjelaskan siswa kelas 1 hanya belajar sekitar dua jam setiap hari.
“Kelas 1 itu dari jam 11.00 sampai jam 13.00. Sangat terbatas. Sebenarnya enggak efektif ya karena jam belajarnya berkurang lumayan banyak,” katanya.
Ia berharap pembangunan sekolah dapat segera direalisasikan agar siswa bisa kembali belajar secara normal.
“Harapannya supaya cepat direalisasikan pembangunannya. Sudah terlalu lama dua tahun. Muridnya pun bisa berkurang kalau makin lama,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Selatan, Santoso, memastikan bangunan tersebut telah masuk prioritas penanganan Pemprov DKI Jakarta.
“Yang jelas kami Pemprov sedang mengupayakan percepatan proses penanganannya. Kalau secara anggaran sebenarnya sudah masuk di perencanaan, masuk di DED 2025,” kata Santoso saat dihubungi.
Ia berharap proses pembangunan dapat direalisasikan lebih cepat dari rencana semula.
“Mudah-mudahan bisa lebih cepat, biar cepat realisasi,” ujarnya.
Santoso menjelaskan keterlambatan pembangunan terjadi karena harus mengikuti mekanisme penganggaran pemerintah.
“Kalau sistem penganggaran memang seperti itu. Ada mekanisme yang harus dilalui. Yang jelas sekolah ini sudah masuk prioritas,” katanya.
Dalam waktu dekat, kata dia, puing-puing bangunan juga akan dibersihkan.
“Nanti kita akan bersihkan, kita akan bereskan,” ujarnya.
Ia menambahkan, rencana ke depan adalah menggabungkan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 dengan SDN Kebayoran Lama Selatan 11. Bangunan baru nantinya akan dibangun di lokasi SDN 09, sedangkan area SDN 11 akan difungsikan sebagai akses pendukung.





