Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkapkan dirinya merasa Taman Ismail Marzuki (TIM) kini telah berubah, tak lagi seperti dahulu.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri Pameran Sejarah dan Arsip Foto untuk memperingati 30 Tahun Peristiwa Kudatuli di TIM, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (21/7).
“TIM ini dibuat oleh Pak Ali Sadikin. Tapi waktu itu sebenarnya dipergunakan untuk para seniman. Tapi setelah beliau tidak ada lagi, ini berubah-ubah,” ujar Megawati.
Megawati lalu meminta kadernya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno untuk mengembalikan TIM sebagai tempatnya para seniman.
Menurutnya, ia menerima banyak keluhan dari seniman yang bingung untuk memilih tempat berkreasi.
“Dan ketika yang namanya Alhamdulillah partai kami menang, PDI Perjuangan, sehingga gubernurnya adalah Pak Pramono Anung dan wakilnya Pak Rano Karno, sebelum saya memberikan tugas kepada mereka berdua, saya bilang. ‘Itu namanya TIM itu mbok dikembalikan seperti apa adanya’,” ujar Megawati.
Megawati pun menceritakan pengalamannya berkunjung ke TIM di masa lampau. Kunjungannya kembali ke TIM disebut membangkitkan memorinya.
Ia menyebut, suasana di TIM kini sudah berbeda. Menurutnya, TIM kini menjadi lebih ‘borjuis’.
“Dulu di sini, ini yang buat, ini planetarium. Dulu di mana ya? Saya suka nonton teater terbuka. Saya sampai mendapatkan kartunya untuk masuk, dan sangat banyak atau digemari dipenuhi karena harganya murah meriah,” ungkap Mega.
Megawati pun mengungkapkan pesannya kepada Pramono dan Rano untuk tetap menjaga elemen kebudayaan dari TIM.
“Iya betul, karena rakyat tidak bisa dengan senang, dengan ini seperti di teater terbukanya itu. Dan alhamdulillah setelah dipegang oleh Gubernur, saya panggilnya Pram saja sama kalau beliau saya panggilnya Si Doel,” kata Megawati.
“Ya, ini bagian kebudayaan, saya bilang: 'Awas lo ya, kalau kamu tidak membuat yang namanya ini, TIM ini menjadi sebuah tempat bagi para seniman yang ingin menampilkan kreasi-kreasi mereka,” tambahnya.
Megawati pun menyebutkan bahwa ayahnya, Presiden pertama, Ir. Soekarno tak hanya seorang politisi. Akan tetapi juga merupakan seniman.
“Saya ingat Bapak saya, Bung Karno. Bayangkan, karena beliau sebetulnya banyak orang tidak tahu bahwa keluarga Bung Karno tuh banyak diketahui banyak orang: orang politik, keren, bla bla bla. Padahal sebenarnya keluarga kami, Ibu saya, Bapak saya, kami sendiri itu menjadi seniman dan seniwati,” pungkas dia.





