Viral Mal-Mal Besar di Surabaya Dipagari Besi Tinggi, Netizen Kaitkan dengan Dugaan Kerusuhan

republika.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Warganet Surabaya dibikin heboh dengan kabar empat mal besar di Surabaya yang tergabung dalam Pakuwon Group membangun pagar setinggi 2,5 meter. Netizen pun mengkaitkan dengan dugaan kerusuhan besar dan penjarahan yang akan terjadi karena krisis ekonomi.

Empat mall yang dipasangi besi tinggi tersebut yakni Pakuwon Mall Surabaya, Tunjungan Plaza, Royal Plaza, dan Pakuwon City Mall. Netizen menyinggung soal daya beli masyarakat yang semakin menurun dan krisis ekonomi hingga menimbulkan kerusuhan besar dan penjarahan. Namun pihak manajemen membantah spekulasi tersebut.

Baca Juga
  • Walkot Surabaya Buru Preman Pemungut Pungli PKL di CFD Taman Bungkul
  • BBM Naik, Bantuan Air Bersih untuk Musim Kemarau di Jateng Terpangkas 70-an Juta Liter
  • Ketika Krisis Komunikasi Pemerintah Menggerus Kepercayaan Pasar
Direktur Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi dalam keterangannya di Instagram menjelaskan alasan mengapa mal milik Pakuwon Mal di Surabaya dipasang pagar. Sutandi pun membantah spekulasi akan ada suatu hal besar terjadi di Surabaya.

"Ngawur, memangnya Surabaya mau kejadian apa?" kata Sutandi dalam Instagram @andysugarr.

.rec-desc {padding: 7px !important;} Sutandi pun menjelaskan mengapa Pakuwon Mall yang sejak 2017 tidak dipagar kini dipasang besi tinggi. "Awalnya kita berpikir karena itu Pakuwon Mall terbuka lebar, 1,5 km terbuka. Kalau sekarang orang datang menyeberang berbahaya bagi mereka," kata dia.

Dia pun menegaskan, pemasangan pagar murni untuk keamanan pengunjung. "Yang jelas Pakuwon bukan peramal. Kita tidak tahu akan terjadi apa," ucap dia.

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Andi Sugiarto Budiman (@andysugarrr)

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Eks dirut kebun binatang Surabaya jadi tersangka korupsi
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
KPK Terbitkan 2 Sprindik Baru Kasus Suap Bea Cukai
• 5 jam laluliputan6.com
thumb
Harga Turun Drastis, Ini Pilihan Motor Listrik Bekas Juli 2026
• 9 jam lalumedcom.id
thumb
Viral Warga Protes Jalan Rusak di Tasikmalaya, Dedi Mulyadi: Itu Jalan Kabupaten
• 18 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Syahrini Pulang ke Jakarta, Kondangan hingga Nonton Konser Afgan, Isyarat Comeback?
• 13 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.