Musim Kemarau Pengaruhi Pasokan Air Bersih di Sejumlah Wilayah Cianjur

metrotvnews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Cianjur: Perumdam Tirta Mukti Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat musim kemarau mulai memengaruhi pasokan air bersih bagi pelanggan di sejumlah wilayah. Kondisi ini terjadi karena beberapa sumber air mengalami penurunan debit, terutama sumber air permukaan.

Direktur Perumdam Tirta Mukti Cianjur Syamsul Hadi mengatakan menurunnya pasokan air bersih ke pelanggan di sejumlah wilayah di antaranya di Kecamatan Ciranjang, Sindangbarang, Cilaku, Karangtengah dan Pacet.

"Kami hanya memiliki tiga unit armada tangki dengan kapasitas 8000 liter, dimana setiap hari hanya mampu melayani dua kali pengiriman," kata Syamsul, dilansir dari Antara, Selasa, 21 Juli 2026. 
 

Baca Juga :

Cianjur Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Karhutla Hingga September

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih pelanggan di wilayah terdampak kemarau, Perumdam Tirta Mukti melakukan suplai menggunakan truk tangki. Namun, layanan tersebut belum maksimal karena jumlah armada masih terbatas.

Berkurangnya pasokan air bersih ke pelanggan di sejumlah kecamatan terjadi akibat penurunan debit sumber air selama musim kemarau. Kondisi ini terjadi pada sumber air permukaan seperti sungai yang diolah, sementara sumber alami seperti mata air Cirumput masih mencukupi.

Pihaknya mengimbau masyarakat menggunakan air bersih secara bijak untuk kebutuhan pokok sehari-hari, seperti memasak, mandi, minum, dan sanitasi. Warga diminta menghindari penggunaan air untuk keperluan yang tidak mendesak, seperti mencuci kendaraan, mengisi kolam, atau menyiram halaman.

Masyarakat diminta segera melapor jika mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Laporan tersebut akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan dinas terkait, TNI/Polri, dan PMI Cianjur untuk menyalurkan air menggunakan truk tangki sesuai kebutuhan.

"Sumber air dari mata air alami seperti Cirumput hingga saat ini, debitnya masih stabil, hanya sumber air permukaan yang debitnya terus berkurang, membuat pompa penyedot harus dipindah setiap hari," ungkapnya.


Debit air di Daerah Irigasi Cireundeu di Kecamatan Tanggeung Kabupaten Cianjur terpantau mulai menyusut. (MI/BB)


Pihaknya memastikan sumber air permukaan yang diolah tetap berjalan optimal sebelum didistribusikan kepada pelanggan. Pengawasan dilakukan di sejumlah kecamatan wilayah selatan dan timur, seperti Ciranjang, Haurwangi, Karangtengah, dan Sukaluyu.

Penurunan debit sumber air permukaan akibat kemarau membuat pompa harus dipindahkan ke area dengan debit air yang masih tinggi. Beberapa pompa juga rusak akibat korsleting listrik.

"Kami terus berupaya memenuhi kebutuhan air pelanggan dan daerah terdampak kemarau dengan menurunkan tangki air bekerjasama dengan PMI Cianjur, Polres Cianjur, dan instansi lainnya, dengan harapan kemarau tidak panjang," ucapnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Nasib Bupati Lombok Barat Kena OTT KPK Usai Nobar Piala Dunia
• 18 jam laludetik.com
thumb
Antara Gol Ferran Torres di Piala Dunia dan Selat Torres di Papua
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
DJP Ungkap Alasan Pelibatan Babinsa dan Bhabinkamtibmas
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Profil Aripat, Sosok yang Segera Persunting Nathalie Holscher Itu Pernah Jadi Sales, Kini Punya Jabatan Mentereng
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Ajak Anak Merawat Diri dan Jaga Kerapihan di Workshop bersama Cussons Kids
• 10 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.