Tangerang Selatan: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangerang Selatan (Tangsel) mencatat sejumlah titik di Kelurahan Kranggan terdampak krisis air bersih. Akibatnya, sebagian warga terpaksa menumpang mandi di tempat kerja lantaran tidak ada persediaan air di rumah.
"Jumlah titik terdampak krisis air bersih bertambah dari tiga menjadi empat lokasi di Kelurahan Kranggan," ujar Satgas BPBD Tangsel, Coky Harianto, Selasa, 21 Juli 2026.
Coky menuturkan, saat ini pihaknya telah mendistribusikan sebanyak 6.000 liter air bersih ke wilayah yang terdampak di Kelurahan Kranggan.
"Ada sekitar 95 kepala keluarga (KK) yang terdampak krisis air bersih. Kami menyalurkan sekitar 6.000 liter air bersih ke empat titik tersebut," tuturnya.
Satgas BPBD Tangsel, Coky Harianto. (metrotvnews.com/Hendrik S)
Coky menambahkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan PDAM Tangsel untuk memastikan ketersediaan pasokan air bersih bagi warga terdampak.
Sementara itu, salah seorang warga RT 06/RW 02 Kelurahan Kranggan, Riska, mengatakan bahwa keluarganya telah merasakan dampak kekeringan selama lebih dari sebulan terakhir.
"Meski air sumur masih mengalir, tapi sangat kecil keluar airnya sehingga tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari," kata Riska.
Baca Juga :
Kekeringan di Cilegon, Warga Harus Jalan Kaki 2 Km Demi Dapatkan Air BersihRiska menambahkan, kondisi tersebut membuat suaminya terpaksa berangkat kerja tanpa mandi. Bahkan, sang suami harus rela menumpang mandi di tempat kerjanya.
"Suami saya sempat enggak mandi, pulang enggak mandi, berangkat kerja juga enggak mandi. Tapi kalau sekarang dia mandinya di kantor sebelum pulang," jelas Riska.




