JAKARTA, KOMPAS.com - Kondisi SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi yang dibiarkan rusak selama hampir dua tahun memunculkan sorotan dari berbagai pihak. Bagi Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ubaid Matraji, kasus tersebut menjadi ironi karena terjadi di Jakarta yang merupakan pusat pemerintahan dan ekonomi Indonesia.
Menurut Ubaid, membiarkan gedung sekolah dalam kondisi rusak dan berpuing dalam waktu lama merupakan bentuk pengabaian terhadap hak dasar anak untuk memperoleh pendidikan yang layak dan aman.
"JPPI berpandangan, membiarkan gedung sekolah hancur berpuing selama dua tahun di tengah ibu kota adalah bentuk pengabaian (neglect) terhadap hak dasar dan keselamatan anak," kata Ubaid saat dihubungi Kompas.com melalui Whatsapp, Selasa (21/7/2026).
Ia menilai kejanggalan utama dalam kasus ini bukan hanya pada kerusakan bangunan, melainkan lokasi kejadian yang berada di Jakarta.
"Ironi terbesar dari kasus ini adalah lokasinya: Jakarta. Jika di pusat gravitasi ekonomi dan pemerintahan saja ada sekolah roboh dibiarkan dua tahun, bagaimana dengan daerah 3T," ujar Ubaid.
Baca juga: Belajar Menumpang dan Masuk Siang, Bagaimana Dampaknya bagi Siswa SDN Kebayoran Lama 09?
Sekolah Rusak Dua Tahun di Tengah JakartaBerdasarkan pantauan Kompas.com, Selasa (21/7/2026), sedikitnya lima ruang kelas di SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi mengalami kerusakan parah.
Atap bangunan ambruk, kursi dan meja berserakan, lemari lapuk dimakan rayap, hingga buku-buku pelajaran yang ditinggalkan dalam kondisi berdebu dan rusak.
Di beberapa ruangan, papan tulis terlepas dari rangkanya. Pecahan kaca masih berserakan di lantai dan tertutup lumut serta debu.
Salah seorang wali murid, Tri Rahayu (45), mengatakan bangunan tersebut roboh saat hari pelaksanaan Pilkada 2024 ketika sekolah sedang libur.
"Enggak langsung ambruk semua sih nggak. Perlahan-lahan dia agak roboh. Nah, pas di sore harinya sekitar ya mau Magrib lah gitu, langsung brek pas hujan deras," kata Tri.
Sejak saat itu, para siswa dipindahkan ke SDN Kebayoran Lama Selatan 11 Pagi yang berada tepat di sebelah sekolah tersebut.
Baca juga: SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Roboh 2 Tahun, Haruskah Viral Dulu agar Diperbaiki?
JPPI Soroti Alasan Keterlambatan PerbaikanUbaid menilai waktu dua tahun terlalu lama untuk menangani sekolah rusak di Jakarta yang memiliki kemampuan anggaran besar.
Menurut dia, apabila keterlambatan disebabkan persoalan administrasi seperti pembebasan lahan, pemindahan aset, atau proses tender, durasi dua tahun tetap sulit diterima.
"Kalau alasannya kendala pembebasan lahan, pemindahan aset, atau tender, dua tahun adalah waktu yang sangat tidak masuk akal untuk skala DKI Jakarta yang punya APBD fantastis. Ini bukan masalah 'tidak ada anggaran', melainkan rendahnya political will dan lambatnya koordinasi antar-dinas," ujar Ubaid.
Ia juga menilai kasus tersebut menunjukkan persoalan efektivitas penyaluran anggaran pendidikan.





