Liputan6.com, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan pemerintah mengucurkan anggaran tambahan sebesar Rp 21,9 triliun untuk rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana di wilayah Sumatra. Tito menyampaikan anggaran tersebut akan difokuskan untuk membangun berbagai infrastruktur dan fasilitas umum yang rusak akibat bencana.
"Anggarannya sebanyak 21 ya, Rp 21 triliun lebih, Pak, ya, kalau saya tidak salah tadi, untuk Kementerian PU itu sudah disampaikan bentuk kegiatannya, totalnya 116 halaman. Titiknya jalan, jembatan, irigasi, macam-macam, fasilitas yang akan dibangun. Ada yang sudah dibangun," kata Tito dalam konferensi pers usai rapat bersama Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra di Kemendagri Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Advertisement
Sementara terkait perkembangan pembangunan hunian tetap untuk warga terdampak bencana, masih terus berjalan. Tito menuturkan pembangunan hunian tetap dilakukan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
"BNPB khusus mengerjakan bagi masyarakat yang ingin dibangun di tanahnya sendiri, namanya in situ. Bisa dikerjakan oleh BNPB, bisa juga dikerjakan mandiri sendiri. Uangnya akan diberikan oleh BNPB, dua tahap, dan kemudian di monitor oleh BNPB," ujarnya.
"Kemudian ada yang namanya kompleks. Kompleks ini kita sebut namanya ex situ,komunal. Itu dikerjakan oleh Bapak Menteri PKP yang juga anggarannya sudah turun. Tadi sudah dijelaskan secara detail per kabupaten/kota, titik-titiknya dimana, tanahnya disiapkan oleh daerah," sambung Tito.




