HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Desa Wisata Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Seminar Program Kerja di Kelurahan Deri, Kecamatan Sesean, Kabupaten Toraja Utara sebagai langkah strategis awal dalam memperkenalkan dan menyelaraskan program pengabdian mereka bersama pemerintah dan masyarakat setempat.
Dalam seminar tersebut, mahasiswa memaparkan tiga program utama yang dirancang berdasarkan observasi dan identifikasi kebutuhan serta potensi lokal Kelurahan Deri. Pertama, Layanan Administrasi Publik yang mengusung digitalisasi melalui sistem arsip elektronik surat masuk dan keluar berbasis Google Drive serta pembuatan peta administrasi kelurahan. Program ini bertujuan meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan administrasi kelurahan agar dokumen dapat tertata rapi dan mudah diakses.
Selanjutnya, pada bidang Identifikasi dan Promosi Potensi Wisata, mahasiswa merancang berbagai inisiatif seperti pembuatan peta potensi, pendataan UMKM, pemberdayaan QRIS gratis, digitalisasi informasi wisata dan budaya melalui leaflet berbasis QR Code, serta penyusunan strategi promosi digital wisata Deri Rante Pa’kampa. Program ini diharapkan memudahkan masyarakat dan wisatawan dalam mengakses informasi sekaligus memperluas jangkauan promosi wisata Kelurahan Deri melalui teknologi digital.
Program ketiga berfokus pada Tata Kelola Lingkungan Hidup yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan. Beberapa kegiatan yang dirancang meliputi pemanfaatan limbah sekam padi menjadi briket ramah lingkungan, sosialisasi dan pelatihan pengelolaan sampah berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle), serta penyediaan tempat sampah terpilah di Sekolah Dasar Negeri 9 Sesean dan objek wisata Rante Pa’kampa.
Lebih lanjut, mahasiswa juga mengusung program revitalisasi Rante Pa’kampa sebagai objek wisata berbasis kearifan lokal. Program ini mengintegrasikan pengembangan daya tarik wisata, kebersihan lingkungan, penyediaan informasi, dan strategi promosi digital untuk mengangkat identitas budaya masyarakat setempat. Rante Pa’kampa dipilih karena potensinya sebagai daya tarik wisata yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.
Salah seorang tokoh masyarakat Kelurahan Deri menyampaikan harapannya agar program-program yang dirancang mahasiswa dapat direalisasikan dengan baik dan memberikan dampak jangka panjang bagi perkembangan wilayah.
“Saya berharap mahasiswa KKN dapat merealisasikan program-program kerja yang telah dirancang dengan baik. Program ini sangat baik dan diharapkan dapat menjadi langkah awal agar Kelurahan Deri semakin berkembang dan ke depannya mampu menjadi destinasi desa wisata yang dikenal hingga mancanegara,” jelasnya.
Perwakilan Camat Kecamatan Sesean menegaskan pentingnya mahasiswa KKN membangun komunikasi dan interaksi intensif dengan masyarakat selama menjalankan program kerja.
“Kami berharap mahasiswa KKN dapat lebih banyak berinteraksi dan berkomunikasi dengan masyarakat sekitar. Hal ini penting agar masyarakat Kelurahan Deri mengetahui keberadaan mahasiswa KKN serta memahami berbagai program kerja yang sedang dilaksanakan. Dengan interaksi yang baik, masyarakat juga dapat turut berpartisipasi dalam mendukung program-program yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masa depan dan perkembangan Kelurahan Deri,” katanya.
Dalam pelaksanaan seluruh program tersebut, mahasiswa KKN-T Unhas berperan sebagai fasilitator dan mitra bagi pemerintah serta masyarakat Kelurahan Deri. Setiap kegiatan dilakukan melalui kolaborasi dan partisipasi masyarakat agar program yang dihasilkan bersifat berkelanjutan dan dapat terus dikembangkan setelah masa KKN berakhir.
Melalui Seminar Program Kerja ini, mahasiswa KKN-T Desa Wisata Gelombang 116 Unhas berharap mendapatkan dukungan dan partisipasi dari berbagai pihak. Dengan menggabungkan digitalisasi layanan publik, pengembangan potensi wisata dan UMKM, serta pengelolaan lingkungan berkelanjutan, program ini diharapkan menjadi langkah nyata mendukung Kelurahan Deri menuju pengembangan desa wisata berbasis kearifan lokal yang berdaya saing hingga tingkat internasional. (*/)





