Sebanyak 42.826 warga terduga pengidap TBC terlayani di Jakbar

antaranews.com
11 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) terus mengintensifkan upaya penanganan tuberkulosis (TBC).

"Berdasarkan data monitoring program pelayanan kesehatan TBC periode 1 Januari sampai dengan 20 Juli 2026, tercatat 42.826 pasien terduga TBC telah mendapatkan pelayanan sesuai standar," kata Kepala Suku Dinas Kesehatan (Kasudinkes) Jakarta Barat, Sahruna saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Selasa.

​Selain itu, dalam periode lima bulan pertama di tahun 2026 ini, cakupan penemuan dan pengobatan kasus TBC di wilayah Jakarta Barat telah menjangkau sebanyak 6.056 pasien.

Menurut Sahruna, ​realisasi ini menunjukkan pergerakan positif dari data sebelumnya per 15 April 2026 yang baru mendeteksi 3.027 kasus, sekaligus menjadi bagian dari upaya mengejar target deteksi total sebanyak 11.955 kasus TBC di Jakarta Barat pada tahun ini.

"Tejuan kasus diproyeksikan akan terus bertambah seiring dengan upaya deteksi dini di lapangan," kata Sahruna.

Ia mengatakan, langkah ini merupakan komitmen wilayahnya untuk mendukung target eliminasi TBC di DKI Jakarta pada tahun 2030.

​"Target temuan tahun ini 11.955 kasus. Jumlah tersebut terus bertambah seiring deteksi yang dilakukan sebagai upaya pemenuhan eliminasi TBC," kata Sahruna

​Sahruna menjelaskan, Sudinkes Jakarta Barat menerapkan dua jenis strategi dalam mendeteksi TBC, yaitu secara aktif dan pasif.

​"Upaya penemuan kasus secara aktif itu skrining kesehatan, Cek Kesehatan Gratis (CKG) di masyarakat, kemudian upaya teman-teman Kader TBC di lapangan. Lalu secara pasif itu suspek (terduga) yang datang sendiri ke fasilitas kesehatan," ujar Sahruna.

​Untuk memastikan hasil, setiap fasilitas kesehatan di Jakarta Barat menerapkan prosedur ketat melalui penegakan diagnostik yang tepat dan cepat, memanfaatkan pemeriksaan dahak serta radiologi (X-ray) sesuai indikasi medis.

​Sahruna menegaskan bahwa seluruh pasien yang masuk dalam cakupan pengobatan (4.438 pasien) dipastikan mendapat perawatan sesuai standar mutu yang berlaku.

​"Kami melakukan pemantauan kepatuhan minum obat secara berkala. Selain itu, dilakukan pemeriksaan terhadap kontak erat pasien TBC," jelas dia.

​Sebagai langkah preventif agar penularan tidak meluas, kontak erat yang dinyatakan sehat juga diberikan Terapi Pencegahan TBC (TPT).

​Di sisi lain, Sudinkes Jakbar terus menggencarkan promosi kesehatan melalui penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), edukasi etika batuk, pemberian imunisasi, serta penyebaran informasi mengenai akses layanan kesehatan bagi masyarakat yang mengalami gejala TBC.

Baca juga: CKG di Jaktim terintegrasi dengan skrining TBC

Baca juga: Pemkot Jakbar targetkan 11 ribu lebih kasus TBC terdeteksi pada 2026

Baca juga: Pemkot Jakbar gelar kampanye "Stop TBC" lewat "TOSS"


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Profil Kuntadi, Jaksa yang Kini Jadi Jampidsus
• 3 jam laluliputan6.com
thumb
Sebelum Mundur, Kepala BGN Nanik S Deyang Sempat Curhat Soal Teror hingga Stres
• 7 jam lalukatadata.co.id
thumb
Undur Diri Dari Kepala BGN, Nanik Fokus Berobat Jantung
• 59 menit lalumediaapakabar.com
thumb
Balai Warga dan Pos RW di Bantaran Kali Petamburan Dibongkar, Diganti Ruang Serbaguna
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Foto: Dua Jenazah Korban KM Nurul Salsa Berhasil Dievakuasi
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.