Harga Minyak Sentuh Level Tertinggi 5 Pekan, Konflik Timur Tengah Picu Kekhawatiran Pasokan

idxchannel.com
8 jam lalu
Cover Berita

Harga minyak dunia naik sekitar 2 persen pada perdagangan Selasa (21/7/2026) mencapai level penutupan tertinggi dalam lima pekan.

Harga Minyak Sentuh Level Tertinggi 5 Pekan, Konflik Timur Tengah Picu Kekhawatiran Pasokan. (Foto: Magnific)

IDXChannel – Harga minyak dunia naik sekitar 2 persen pada perdagangan Selasa (21/7/2026) mencapai level penutupan tertinggi dalam lima pekan.

Kenaikan dipicu kekhawatiran bahwa gangguan pasokan energi di Timur Tengah dapat memburuk akibat meningkatnya serangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, serta ancaman blokade laut terhadap Arab Saudi oleh kelompok Houthi di Yaman.

Baca Juga:
Strategi Investasi saat Indonesia Masuk Wallflowers Market

Harga minyak mentah Brent meningkat 2,0 persen menjadi USD91,01 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 2,0 persen menjadi USD84,91 per barel.

Penutupan tersebut menjadi yang tertinggi bagi Brent sejak 10 Juni dan bagi WTI sejak 11 Juni. Selain itu, Brent juga bertahan di wilayah overbought secara teknikal selama tujuh hari berturut-turut, pertama kalinya sejak Juni 2025.

Baca Juga:
Wall Street Ditutup Menguat, Investor Borong Saham Chip Jelang Rilis Laporan Keuangan

"Reli harga saat ini bukan semata-mata karena pasokan yang sudah hilang hari ini, melainkan karena pasar mulai memperhitungkan kemungkinan gangguan logistik akan terus berlanjut sepanjang pekan, terutama jika ekspor minyak Arab Saudi ke Asia atau jalur pelayaran di Laut Merah kembali terganggu," tulis analis Gelber & Associates dalam risetnya, dikutip Reuters.

Dua kapal tanker yang mengangkut minyak mentah Arab Saudi menuju Asia berbalik arah di Laut Merah pada Selasa setelah muncul ancaman dari kelompok Houthi yang didukung Iran.

Baca Juga:
Purbaya Tunggu Masukan dari Menperin dan Danantara soal Rincian Terbaru Insentif Kendaraan Listrik

Pada malam sebelumnya, pasukan AS menggempur sejumlah target di wilayah selatan dan barat Iran, sementara Teheran menyerang fasilitas milik AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania. Sedikitnya satu kapal tanker juga dilaporkan terkena serangan di Selat Hormuz.

Kelompok Houthi pada Senin mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi. Langkah tersebut memperluas konflik di kawasan dan meningkatkan risiko terhadap pasokan energi global serta arus perdagangan internasional di luar kawasan Teluk.

Data pelayaran LSEG menunjukkan dua kapal tanker yang baru memuat minyak mentah Arab Saudi untuk dikirim ke China dan India pekan ini memutar balik dan berlayar menuju Terusan Suez.

Meski demikian, sejumlah sumber menyebut pelabuhan Yanbu di Laut Merah tetap beroperasi secara normal.

Di sisi lain, ekspor minyak mentah Arab Saudi pada Mei turun untuk bulan ketiga berturut-turut ke level terendah dalam sejarah, berdasarkan data Joint Organizations Data Initiative (JODI) yang dirilis Selasa.

Sementara itu, perang Rusia-Ukraina juga kembali memengaruhi pasokan energi.

Tiga sumber industri mengatakan Caspian Pipeline Consortium (CPC) menghentikan penerimaan minyak dari Kazakhstan setelah sehari sebelumnya menangguhkan aktivitas pemuatan akibat serangan terhadap kapal tanker minyak di terminal Laut Hitam.

Rusia menuduh Ukraina berada di balik serangan terhadap kapal tanker CPC, namun hingga kini Ukraina belum memberikan tanggapan atas tuduhan tersebut. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kriminal kemarin, wanita di "daycare" hingga pengacara dilaporkan
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Gaya Komunikasi Menteri PU Dikiritik Publik, Begini Respons Istana
• 20 jam laluviva.co.id
thumb
Dua Jenazah Insiden KM Nurul Salsa Ditemukan, 16 Korban Masih Hilang
• 6 jam lalukompas.id
thumb
Sekolah di Kota Bengkulu Dilarang Jual Buku Pelajaran, Siswa Tak Boleh Ditekan
• 13 menit lalutvonenews.com
thumb
Komnas Anak Soroti Pacar Sarwendah Ikut Ambil Keputusan untuk Anak Ruben Onsu: Nggak Etis!
• 21 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.