Dua Jenazah Insiden KM Nurul Salsa Ditemukan, 16 Korban Masih Hilang

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

MAKASSAR, KOMPAS - Tim SAR gabungan menemukan dua jenazah dalam operasi pencarian korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan Selayar, Sulawesi Selatan. Kedua jenazah itu dibawa ke Makassar untuk diidentifikasi. Operasi pencarian diperpanjang hingga tiga hari ke depan.

Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama Yudhi Bramantyo mengatakan, pada hari ketujuh pencarian, tim SAR gabungan menemukan dua jenazah. Kedua korban ditemukan di lokasi berbeda, di perairan Kabupaten Pangkajene Kepulauan.

“Setelah pada pagi hari tadi ditemukan satu korban, petang tadi ditemukan satu lagi korban di sekitar Pulau Sanane Besar. Keduanya dibawa ke Makassar untuk diidentifikasi tim Polda Sulsel,” kata Yudhi dalam keterangan resmi di Selayar, Selasa (21/7/2026) malam.

Penemuan ini, ia menambahkan, membuat korban tewas dalam peristiwa tenggelamnya KM Nurul Salsa menjadi tiga orang. Sebanyak 59 orang selamat dan 16 masih dicari.

Seturut dengan itu, operasi pencarian yang awalnya direncanakan tujuh hari, kini diperpanjang hingga tiga hari ke depan. Berdasarkan hasil evaluasi di lapangan, adanya penemuan korban serta kesepakatan bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur SAR, operasi diputuskan untuk diperpanjang.

"Sesuai SOP, operasi SAR dilaksanakan selama tujuh hari. Namun setelah dilakukan evaluasi bersama dan mempertimbangkan masih adanya korban yang belum ditemukan serta ditemukannya dua jenazah pada hari ketujuh, kami memutuskan untuk memperpanjang operasi SAR selama tiga hari ke depan," ujar Yudhi.

Baca JugaGelombang, Arus, dan Pencarian 18 Korban KM Nurul Salsa yang Berpacu dengan Waktu

Ia menambahkan, selama masa perpanjangan operasi, Tim SAR Gabungan akan tetap mengerahkan seluruh unsur laut dan potensi SAR yang berada di lokasi. Mereka akan melakukan penyesuaian area pencarian berdasarkan analisis pergerakan arus, angin, dan hasil evaluasi Search and Rescue Maritime Prediction (SARMAP).

"Kami akan tetap mengerahkan KN SAR Kamajaya, KN SAR Pacitan, KN SAR Puntadewa, RB 202, KRI Marlin 877, KRI Hiu, Boeing 737-200 serta seluruh potensi SAR," tambahnya.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar Muhammad Arif Anwar menjabarkan, area operasi diperluas menjadi 2.924 nautical mile persegi (NM²). Area ini dibagi ke dalam lima sektor pencarian dan enam Search and Rescue Unit (SRU). Perluasan area dilakukan untuk mengantisipasi pergerakan korban akibat pengaruh arus dan angin selama beberapa hari terakhir.

“Seluruh personel tetap berkomitmen melanjutkan pencarian terhadap korban lainnya yang masih belum ditemukan. Kami juga mengapresiasi peran aktif masyarakat dan nelayan yang terus memberikan informasi kepada tim di lapangan. Setiap laporan yang masuk akan segera kami tindak lanjuti," tambahnya.

Baca JugaThe KM Nurul Salsa sank off Selayar, leaving one dead and dozens missing.

Sebelumnya, KM Nurul Salsa berlayar dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 05.00 WITA. Data awal menyebutkan hanya ada sekitar 40 penumpang, dengan puluhan ton barang.

Kapal kemudian mengalami gangguan mesin di tengah perjalanan pada posisi perairan barat Pulau Polassi atau sekitar 43 NM dari Pelabuhan Benteng Selayar.

Sebagai wilayah kepulauan, kecelakaan kapal menjadi momok di wilayah ini. Berbagai hal menjadi penyebab, mulai dari cuaca, hingga keteledoran.

Salah satu peristiwa yang cukup menyita perharian adalah saat KMP Lestari Maju kandas di perairan Kepulauan Selayar, Sulsel, Selasa (3/7/2018). Sebanyak 36 penumpang tewas dan seorang bayi tidak dapat ditemukan akibat kecelakaan itu.

Berselang enam tahun, Sabtu (9/3/2024), Kapal Yuiee Jaya dilaporkan terbalik dan tenggelam saat melintas di perairan Sabalana, Kabupaten Kepulauan Selayar. Kapal itu tengah dalam perjalanan dari Muara Baru di Jakarta menuju Nusa Tenggara Barat. Saat kejadian, ada 35 orang di atas kapal. Sebanyak empat tewas, dan 19 orang hilang hingga operasi ditutup.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Diringkus Polisi, Ini Peran 4 Pembunuh Prajurit TNI di Tangsel
• 15 jam laludetik.com
thumb
PLN Lirik Perusahaan Jepang, China hingga Jerman Hadirkan Kendaraan Hidrogen di Indonesia
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
[FULL] Polemik Kasus Eks Jampidsus, Uang dan Emas 74 kg Punya Siapa? | DIPO INVESTIGASI
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Masih Ingat Wahyu Wijiastanto? Eks Bek Timnas Indonesia yang Tingginya Hampir Setara Elkan Baggott, Begini Nasibnya Seka
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
2 Orang Tewas Dalam Insiden Kebocoran Gas di Perumahan Mewah di Medan | KOMPAS PETANG
• 19 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.