Terpilihnya Andy Burnham sebagai Perdana Menteri Inggris memunculkan berbagai spekulasi mengenai arah baru kebijakan olahraga di Britania Raya.
Burnham dinilai berpeluang memperkuat sejumlah agenda olahraga yang selama ini menjadi bagian dari visi politiknya, mulai dari sepak bola, Olimpiade, rugby league, hingga golf.
Salah satu sinyal kesinambungan datang dari keputusan mempertahankan Lisa Nandy sebagai Menteri Kebudayaan, Media, dan Olahraga atau Department for Culture, Media and Sport (DCMS).
Keduanya diketahui memiliki hubungan kerja yang erat sejak Burnham menjabat Wali Kota Greater Manchester, sementara Nandy merupakan anggota parlemen dari Wigan yang berada di wilayah tersebut.
Dilansir dari BBC, Burnham sendiri bukan sosok baru di bidang olahraga. Ia pernah memimpin DCMS pada 2008 dan dikenal sebagai pendukung berbagai reformasi di sektor olahraga Inggris.
Dalam pidato usai terpilih sebagai anggota parlemen untuk daerah pemilihan Makerfield bulan lalu, Burnham bahkan memilih menyampaikan pidatonya di Edge Green Street, markas klub Ashton Town, sebagai bentuk kedekatannya dengan sepak bola.
Salah satu agenda yang diperkirakan mendapat dorongan lebih kuat adalah wacana penyelenggaraan Olimpiade di wilayah utara Inggris.
Ketika menjabat Wali Kota Greater Manchester, Burnham menyebut ajang multiolahraga itu dapat menjadi momentum penting untuk mendorong pemerataan pembangunan di luar London.
Pada Februari lalu, ia mengatakan Olimpiade di wilayah utara akan menjadi “momen yang menentukan bagi Inggris utara” sekaligus “peluang besar untuk membuka pertumbuhan di masa depan.”
Selain itu, Burnham diperkirakan akan terus mendukung regenerasi Stadion Old Trafford melalui pembangunan stadion baru berkapasitas 100 ribu penonton.
Stadion tersebut ditargetkan rampung sebelum Piala Dunia Wanita 2035 yang akan digelar bersama oleh Inggris, Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara.
Tidak menutup kemungkinan, pemerintah di bawah kepemimpinannya juga akan memberikan dukungan terhadap pencalonan Inggris sebagai tuan rumah Piala Dunia pada masa mendatang.
Di sektor sepak bola, Burnham selama ini dikenal vokal mengkritik tata kelola kompetisi. Pada 2023, ia mendesak English Premier League membatalkan pengurangan 10 poin terhadap Everton akibat pelanggaran aturan profitabilitas dan keberlanjutan klub.
Ia juga menjadi salah satu pendukung utama pembentukan regulator independen sepak bola yang kini mulai menjalankan kewenangannya. Gagasan tersebut sebelumnya dituangkan dalam manifesto “Saving Our Beautiful Game” yang ikut disusunnya pada 2020.
Manifesto itu mendorong pembentukan lembaga independen yang mengawasi regulasi keuangan sepak bola serta memperkuat keterlibatan suporter dalam kepemilikan dan pengelolaan klub.
Burnham juga telah lama bekerja sama dengan kelompok pendukung sepak bola. Ia merupakan pendiri Supporters Direct, organisasi yang kemudian menjadi cikal bakal Football Supporters’ Association.
Di luar itu, pemerintahannya juga berpotensi memperketat aturan sponsor dari kasino daring yang tidak memiliki lisensi di Inggris.
Burnham dikenal sebagai pengkritik dampak negatif perjudian terhadap masyarakat, sementara pemerintah kini tengah membuka konsultasi publik terkait usulan pembatasan sponsor tersebut.
Dalam isu hak siar, Burnham pernah memprakarsai kajian mengenai daftar ajang olahraga yang wajib ditayangkan secara gratis. Saat itu ia mengusulkan agar seri Ashes kriket dapat disaksikan melalui televisi gratis, meski usulan tersebut tidak terlaksana setelah Partai Buruh kalah dalam pemilu 2010.
Pemerintahan sebelumnya di bawah Partai Buruh juga telah mengusulkan regulasi baru agar hak siar streaming dan layanan tayangan ulang untuk sejumlah ajang olahraga tidak seluruhnya berada di balik layanan berbayar.
Perubahan aturan lain yang berpotensi muncul adalah terkait konsumsi alkohol di stadion sepak bola. Larangan minum alkohol di tribun saat pertandingan sepak bola pria di Inggris dan Wales telah berlaku sejak 1985.
Burnham baru-baru ini mempertanyakan aturan tersebut setelah menghadiri pertandingan rugby league di Stadion Hill Dickinson.
“Bagaimana mereka bisa melakukan itu di kursi saya di sini, sementara kami tidak bisa melakukannya saat pertandingan kandang Everton? Ada yang tidak tepat. Saya rasa kita perlu meninjaunya,” ujar Burnham.
Meski demikian, belum ada indikasi pemerintah akan segera menghapus larangan tersebut. Saat ini pelonggaran aturan baru diterapkan di seluruh klub Women’s Super League setelah melalui masa uji coba selama dua tahun.
Sebagai penggemar berat rugby league dan Presiden Rugby Football League, Burnham juga diperkirakan akan memberikan perhatian lebih besar terhadap pengembangan cabang olahraga tersebut, terutama investasi fasilitas akar rumput.
“Saya akan mendukung olahraga ini dari jabatan tertinggi. Rugby league membutuhkan lebih banyak perhatian. Di mana investasi untuk fasilitas pembinaan?” katanya.
Selain itu, Burnham berpeluang memperkuat upaya Inggris mengajukan Hulton Park di Bolton sebagai tuan rumah Ryder Cup 2035. Jika terwujud, ajang golf beregu paling bergengsi itu akan kembali digelar di wilayah utara Inggris untuk pertama kalinya dalam hampir enam dekade.
Keputusan tuan rumah Ryder Cup 2035 diperkirakan baru akan ditetapkan sekitar 2029. Namun, posisi Burnham sebagai Perdana Menteri diyakini dapat meningkatkan peluang Inggris utara untuk memenangkan proses pencalonan tersebut. (saf/ipg)




