JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah tengah menyiapkan skema penyaluran bantuan sosial (bansos) kepada para penerima manfaat melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Kementerian Sosial (Kemensos) juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Koperasi dan berbagai pihak terkait mengenai penyaluran bansos itu melalui berbagai lokasi KDKMP.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan pihaknya kini tengah menyimulasikan penyaluran bansos kepada para penerima manfaat melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
"Ke depan ini sedang kita jajaki, sedang kita simulasikan untuk penyaluran bansos di Koperasi Desa Merah Putih yang sudah beroperasi. Nanti akan kita coba kira-kira yang cocok, yang terbaik seperti apa," kata Gus Ipul di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/9/2026).
Baca juga: Mensos Pertimbangkan Salurkan Bansos Melalui Kopdes: Jadi Bisa Belanja Juga...
Gus Ipul menjelaskan, Kemensos memiliki dua jenis bansos, yaitu Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dan bantuan tunai bersyarat Program Keluarga Harapan (PKH) yang biasanya disalurkan melalui transfer bank.
Khusus untuk bantuan tunai PKH, yang selama ini disalurkan melalui PT Pos Indonesia dan bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), berpotensi dapat dilakukan pencairan di KDKMP yang memiliki gerai dari bank Himbara.
"Bisa jadi juga membelanjakan bansos-nya di KDKMP," ujarnya.
Tunggu Kesiapan InfrastrukturKementerian Sosial menegaskan masih menunggu kesiapan infrastruktur sebelum menyalurkan bansos melalui KDKMP.
"Ya belum (tanggal pasti penyaluran), nanti sambil jalan. Kan sambil menunggu persiapan-persiapan yang lain, gerainya, kan masih perlu disiapkan dulu," ucap Gus Ipul kepada Kompas.com, Kamis (16/7/2026).
Menurutnya semua hal ini perlu berkoordinasi dengan seluruh Kementerian/Lembaga yang terlibat dalam program KDKMP.
Baca juga: Soal Kopdes Kelola Tambang, Bahlil: Harus Memenuhi Syarat
"Ya semua dikoordinasikan, nanti diujicobakan dulu, kan gitu toh, jadi disimulasikan, dibuat simulasi dulu atau diskemakan dulu," ucapnya.
Mensos Terus Lakukan VerifikasiSementara itu, Gus Ipul memastikan akan terus melakukan verifikasi dan konsolidasi terkait data penerima bantuan sosial (bansos).
Menurutnya, verifikasi data bansos ini juga melibatkan pemerintah daerah sebagai bagian dari penguatan sistem penyaluran bansos berbasis data tunggal.
"Hari ini proses verifikasi data terus berjalan. Mudah-mudahan dalam satu bulan ke depan seluruh proses penyambungan data dapat diselesaikan. Ada penerima yang tidak lagi memenuhi syarat, ada juga penerima baru yang masuk," ujarnya.
Penyaluran bansos melalui KDKMP didasarkan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang mendorong penerima manfaat bantuan sosial untuk menjadi anggota KDKMP.
Baca juga: Disalurkan di Kopdes, Prabowo: Barang Subsidi Milik Rakyat, Tidak Diperdagangkan
Berdasarkan Inpres tersebut, Kemensos juga diminta dapat memfasilitasi agar produk yang dihasilkan oleh penerima manfaat dari program pemberdayaan sosial untuk dapat dipasarkan dan dipromosikan lewat KDKMP.
Sebelumnya, berdasarkan data Kementerian Koperasi memperlihatkan sebanyak 15.845 KDKMP sudah selesai dibangun sampai dengan pertengahan Juli 2026.
Dengan 19.539 koperasi masih berjalan pembangunannya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




