VIVA – Nama Elkan Baggott identik dengan postur menjulang yang membuat lini belakang Timnas Indonesia semakin kokoh. Bek berdarah Indonesia-Inggris itu memiliki tinggi sekitar 194 cm, menjadikannya salah satu pemain tertinggi yang pernah membela skuad Garuda.
Namun jauh sebelum kemunculan Elkan, Indonesia ternyata sudah pernah memiliki bek bertubuh raksasa. Dia adalah Wahyu Wijiastanto, mantan bek Timnas Indonesia yang memiliki tinggi sekitar 193 cm.
Dengan postur tersebut, Wahyu menjadi salah satu pemain paling jangkung yang pernah dimiliki sepak bola Indonesia. Selisih tingginya dengan Elkan Baggott hanya sekitar tiga sentimeter.
Nama Wahyu mulai dikenal luas saat memperkuat Persiba Bantul. Bek yang akrab disapa Buto itu membela Laskar Sultan Agung pada periode 2009-2012, kemudian kembali memperkuat klub tersebut pada musim 2014-2015 setelah sempat bermain untuk Semen Padang.
Bersama Persiba Bantul, karier Wahyu melesat. Ia menjadi salah satu pilar penting yang membawa klub tersebut promosi ke Divisi Utama Liga Indonesia pada 2011.
Salah satu momen yang paling dikenangnya adalah saat Persiba Bantul bangkit dari ketertinggalan 0-3 menjadi 3-3 dalam laga penentuan promosi.
"Saya suka dengan Persiba karena waktu itu targetnya jelas. Saya juga punya kesempatan bermain bersama banyak pemain hebat," kenang Wahyu dalam sebuah wawancara.
Wahyu tak pernah lupa sosok pelatih Edward Chong yang dianggap sebagai orang paling berjasa dalam perjalanan kariernya.
Menurutnya, Edward Chong menjadi sosok yang membuka jalan hingga dirinya mendapat kesempatan memperkuat Timnas Indonesia.
Penampilan konsisten bersama Persiba membuat Wahyu menjadi langganan Timnas Indonesia junior hingga senior pada periode 2006-2007 dan 2011-2013.
Ia bahkan sempat satu tim dengan sederet pemain terkenal seperti Tony Sucipto, Zulkifli Syukur, Ahmad Bustomi, Fery Rotinsulu, hingga Fandi Mochtar.
Pada Piala AFF 2012, pelatih Nil Maizar turut memasukkan nama Wahyu ke dalam skuad Timnas Indonesia berkat penampilan impresifnya di level klub.
Setelah gantung sepatu, kehidupan Wahyu berubah drastis. Mantan bek Timnas Indonesia itu sempat memilih meninggalkan hiruk pikuk sepak bola dan menekuni usaha peternakan lele.





