Wamenaker: Dialog sosial bangun hubungan industrial harmonis

antaranews.com
14 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mengatakan dialog sosial memiliki peran krusial dalam membangun hubungan industrial yang harmonis.

“Dialog sosial adalah kunci utama dalam mengurai setiap dinamika hubungan industrial. Pemerintah hadir untuk memfasilitasi ruang diskusi yang konstruktif dan sejuk agar hak-hak normatif para pekerja tetap terlindungi secara adil,” kata Wamenaker dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Lebih lanjut, Afriansyah mengatakan pemerintah hadir sebagai penengah yang membuka ruang komunikasi bagi seluruh pihak.

Pendekatan itu, lanjut dia, diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara perlindungan hak-hak pekerja, keberlangsungan usaha, dan kepastian iklim investasi.

Adapun baru-baru ini, pemerintah memfasilitasi komunikasi antara manajemen PT Indonesia Epson Industry dan serikat pekerja agar setiap persoalan ketenagakerjaan dapat diselesaikan melalui mekanisme yang terbuka dan berimbang.

Menurut Afriansyah, penyelesaian persoalan hubungan industrial di PT Indonesia Epson Industry ditempuh dengan mengedepankan musyawarah.

Pendekatan tersebut dipilih agar setiap persoalan dapat dipahami secara menyeluruh sebelum diambil langkah yang sesuai.



Baca juga: Menaker: Magang Nasional permudah industri dapatkan SDM siap kerja



Proses itu diawali melalui audiensi dengan Federasi Serikat Pekerja Global Indonesia (F-SPGI). Dalam pertemuan tersebut, serikat pekerja menyampaikan sejumlah aspirasi, antara lain mengenai pelaksanaan Perjanjian Kerja Bersama (PKB), dinamika organisasi serikat pekerja, serta penerapan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).

Setelah mendengarkan masukan dari serikat pekerja, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memfasilitasi pertemuan yang mempertemukan perwakilan pekerja dan manajemen perusahaan.

Forum tersebut menjadi wadah bagi kedua belah pihak untuk menyampaikan pandangan masing-masing sekaligus membangun pemahaman yang lebih utuh terhadap berbagai isu yang berkembang.

Dalam dialog itu, serikat pekerja menyampaikan pandangannya terkait prosedur dan lini masa pencatatan serikat pekerja. Sementara itu, pihak manajemen menjelaskan bahwa kebijakan yang diambil didasarkan pada hasil evaluasi kinerja perusahaan (business review).



Baca juga: Wamenaker: Perjanjian Kerja Bersama cermin hubungan industrial sehat

Pembahasan juga mencakup tata kelola organisasi serikat pekerja agar tetap berjalan selaras dengan prinsip netralitas perusahaan. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan industrial yang sehat, saling menghormati, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Melalui rangkaian dialog tersebut, Kemnaker memusatkan pembinaan pada peningkatan kualitas komunikasi antara pekerja dan manajemen, penguatan hubungan industrial yang berkelanjutan, serta pengawasan terhadap pelaksanaan norma ketenagakerjaan sesuai peraturan perundang-undangan.

Wamenaker Afriansyah berharap komunikasi yang terus terbangun dapat melahirkan kesepahaman di antara pekerja dan manajemen.

Menurutnya, penyelesaian berbagai persoalan akan lebih mudah dicapai apabila seluruh pihak mengedepankan dialog dan saling menghormati.

“Dengan komunikasi yang terbuka dan saling menghargai, penyelesaian setiap persoalan diharapkan dapat ditempuh melalui solusi yang adil bagi semua pihak sekaligus mewujudkan hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan,” ujar Afriansyah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pratikno Nilai Lonjakan Kekerasan Anak Muncul karena Publik Makin Berani Lapor
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Aksi Partai Kecoak Turun ke Jalan Tuntut Menteri India Mundur
• 16 jam laludetik.com
thumb
Jadi Kepala BGN, Sudaryono Lepas Jabatan Wamentan
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Bekasi Jadi Kota Pembuka Kompetisi Installer AC Terbesar di ASEAN
• 1 jam lalumedcom.id
thumb
Kisah Haru Anak Buruh Serabutan yang Dilantik Menjadi Perwira TNI oleh Presiden
• 5 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.