Panglima TNI Pastikan TNI Siap Dukung Target Presiden untuk Swasembada Beras

tvonenews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melaporkan, pendampingan TNI Angkatan Darat terhadap sektor pertanian telah berkontribusi terhadap pencapaian target produksi beras nasional 2026.

Dalam laporannya kepada Presiden Prabowo Subianto saat panen raya terintegrasi tebu, padi, dan kedelai, di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur.

"Sejak Januari hingga Juni 2026, total luas panen mencapai 6,26 juta hektar dengan produksi 19,2 juta ton beras, atau telah mendukung 55,24 persen target produksi beras nasional tahun 2026,” katanya.

Sementara itu, untuk panen pada Juli 2026, TNI AD mendampingi panen padi di lahan seluas 479.659 hektar.

Menurutnya, upaya yang dilakukan TNI ini untuk memperkuat kemandirian pangan dan mengurangi ketergantungan impor. Dia menjelaskan, sinergi TNI bersama pemerintah, BUMN, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung upaya mewujudkan swasembada pangan nasional.

“Panen raya ini adalah bukti nyata TNI hadir memperkuat kemandirian pangan dan memajukan perekonomian bangsa sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045,” kata dia.

Keberhasilan yang dicapai TNI dalam menjaga ketahanan pangan nasional mendapat apresiasi dari Presiden Prabowo. Untuk itu, Prabowo meminta keterlibatan TNI dan Polri di tengah petani dan nelayan demi ketahanan pangan Indonesia tidak dipersoalkan.

"Sudah enggak usah terlalu apa lah ini, prosedur ini apa, kenapa tentara ikut di sawah, kenapa polisi ikut nanam jagung," kata Prabowo.

Menurut Prabowo, kondisi yang terjadi di Indonesia tidak bisa dibandingkan dengan negara lain. Prabowo juga mengingatkan bahwa TNI dan Polri punya tugas menyelesaikan masalah-masalah yang dialami rakyat.

"Ini Indonesia. TNI, Polri milik rakyat. Kesulitan rakyat harus kita atasi. TNI, Polri harus mengatasi kesulitan rakyat. Kalau di negara lain itu urusan kau," tegasnya.

Prabowo merasa bangga atas kinerja TNI dan Polri dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat. "Kita atasi. Kesulitan rakyat kita atasi," katanya.

Kepala Negara mengatakan, hal ini menunjukkan bahwa TNI dan Polri tidak hanya merupakan penjaga pertahanan dan keamanan negara, tetapi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari rakyat Indonesia.

"TNI dan Polri adalah anak kandung rakyat. TNI dan Polri harus selalu bersama rakyat, di tengah-tengah rakyat. Kesulitan rakyat adalah kesulitan TNI dan Polri. Kewajiban semua komponen untuk bersatu, untuk bahu-membahu, berbuat langkah-langkah yang benar, langkah-langkah yang besar, langkah-langkah yang nyata untuk mengatasi kesulitan-kesulitan rakyat itu," ucap dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mengapa Masyarakat Korban Koruptor Tak Bisa Gugat Hak yang Dikorupsi?
• 20 jam lalukompas.com
thumb
KRL Green Line Akan Pakai 12 Kereta, Penumpang Berdiri Berdesakan Bisa Berkurang
• 13 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kemenekraf Dorong FHI 2026 Jadi Motor Akselerasi Ekspor Jenama Kuliner Lokal
• 23 jam lalupantau.com
thumb
PKB Gelar Ijtima Ulama, Akan Rumuskan Konsolidasi Ekonomi Umat
• 4 jam lalukompas.com
thumb
DPR RI Soroti Pelibatan TNI-Polri Awasi Wajib Pajak: Jangan Ada Kesan Menakuti
• 18 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.