Kabar bahagia datang dari aktris Chelsea Islan yang baru saja melahirkan anak pertamanya. Lewat unggahan di media sosial, Chelsea membagikan pengalamannya menjalani hari-hari pertama sebagai ibu baru, termasuk harus terjaga hampir setiap malam.
"These past 10 days have been filled with sleepless nights..." tulis Chelsea dalam potongan unggahannya di Instagram.
Kurang tidur memang menjadi salah satu tantangan yang paling sering dialami ibu setelah melahirkan. Ini terjadi karena bayi baru lahir masih sering terbangun untuk menyusu, sehingga waktu istirahat ibu ikut terganggu.
Lantas, kapan bayi mulai bisa tidur lebih nyenyak di malam hari?
Kapan Bayi Mulai Tidur Nyenyak?Dokter Spesialis Anak, dr. Reza Fahlevi, Sp.A, mengatakan pola tidur bayi akan semakin teratur seiring bertambahnya usia. Namun, setiap bayi memiliki perkembangan yang berbeda.
"Bervariasi, umumnya di atas usia 3–6 bulan bayi mulai memiliki pola tidur yang lebih teratur dan mengenal ritme siang-malam. Namun, di bawah usia 6 bulan masih wajar jika bayi sering terbangun untuk menyusu karena belum mulai makan," kata dr. Reza kepada kumparanMOM, Senin (20/7).
Menurut dr. Reza, saat memasuki usia 6–12 bulan, durasi tidur malam bayi biasanya lebih panjang karena frekuensi menyusu pada malam hari mulai berkurang.
"Di usia 6–12 bulan, umumnya durasi tidur malam bayi mulai lebih panjang karena frekuensi menyusu di malam hari berkurang," jelasnya.
Pola Tidur Ibu Bisa Berubah Bertahun-tahunSering terbangunnya bayi tentu berdampak pada kualitas tidur ibu. Kondisi ini normal dialami hampir semua orang tua, terutama pada tahun pertama kehidupan bayi.
Menariknya, sebuah penelitian yang dipublikasikan di PubMed menemukan bahwa perubahan pola tidur ibu dapat berlangsung dalam jangka panjang. Penelitian tersebut menunjukkan kualitas dan durasi tidur ibu memang membaik seiring bertambahnya usia anak, tetapi bahkan hingga enam tahun setelah kelahiran anak pertama, sebagian ibu masih belum sepenuhnya kembali ke pola tidur sebelum hamil.
Artinya, bila ibu masih merasa waktu tidur belum kembali seperti dulu, kondisi tersebut bukanlah hal yang aneh. Seiring bertambahnya usia anak dan rutinitas keluarga yang semakin stabil, kualitas tidur umumnya akan berangsur membaik.





