Hanya 71% Rumah Layak Huni di Madura, Said Abdullah Bantu Warga Perbaiki Rumah

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Pangan, sandang, dan papan (rumah) merupakan kebutuhan dasar kita semua. ketiganya menjadi indikator dasar seseorang dikategorikan miskin atau tidak miskin. Negara memiliki tanggung jawab untuk menyejahterakan rakyatnya, agar rakyatnya bisa memenuhi kebutuhan dasarnya secara layak.

Salah satu kebutuhan penting itu adalah rumah sebagai tempat tinggal, tempat setiap keluarga menorehkan sejarah dan mengukir harapan. Sayangnya, tidak semua rumah tangga bisa mendambakan, sementara yang sudah memiliki rumah sebagiannya harus menerima keadaan rumahnya tidak layak huni. Semuanya terjadi karena keterbatasan ekonomi.

Secara nasional backlog perumahan nasional masih sangat tinggi, mencapai 15 juta unit. Hal itu menggambarkan rakyat masih membutuhkan rumah untuk tempat tinggal masih sangat tinggi, sementara ketersediaannya rendah.

Sementara rakyat yang sudah memiliki rumah namun dikategorikan tidak layak huni jumlahnya juga lebih tinggi. Data rumah tak layak huni secara nasional mencapai 43,3 juta rumah tangga. Di Madura sendiri, merujuk data BPS rumah layak huni hanya mencapai 71 persen. Artinya ada 29 persen rumah warga Madura tidak layak huni. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan daerah lain di Jawa Timur yang rata rata rumah layak huni mencapai 80 persen.

Atas dasar itulah, sebagai bagian dari penyelenggara negara, dan diberikan amanah oleh rakyat di Madura menjalankan tugas kedewanan, sudah sepatutnya untuk ikut terlibat dalam agenda agenda memberdayakan warga memperbaiki rumahnya agar lebih layak. Oleh sebab itu, pada reses periode ini, saya menyalurkan sepenuhnya uang reses untuk membantu warga di Sumenep memperbaiki rumah mereka.

Pada Rabu (22/7), secara simbolik kami serahkan uang reses tersebut kepada saudara saudara di Pulau Talango, Kabupaten Sumenep. Program renovasi rumah dari uang reses DPR saya salurkan kepada lima desa di Kecamatan Talango Kabupaten Sumenep. Penyampaian ini sekaligus sebagai bentuk pelaporan saya kepada publik sekaligus bentuk pertanggungjawaban publik sebagai anggota DPR.

Bantuan biaya perbaikan rumah kami peruntukkan kepada warga desa dari 19 Dusun, di lima desa yakni; Dusun Onggan Padike, Jate Laok, Tanjung Alang, Jate Daya, Lembana, Galise Daya, Galise Laok, Sakola’an, Masjid, Baru, Gedungan, Guntong, Pesisir, Jeruk Porot, Sarotak, Ellong, Andun, Jamaleng, dan Sarotak.

Warga yang menerima bantuan perbaikan rumah rata rata berada dalam rentang desil 1 sampai 3, yakni golongan masyarakat yang oleh pemerintah dikategori sangat miskin, miskin dan hampir miskin.

Selain itu, tim lapangan kami juga melakukan verifikasi fisik, atas kelayakan yang bersangkutan menerima bantuan perbaikan rumah. Setelah menerima bantuan tunai untuk perbaikan rumah, kami juga menerjunkan tim untuk melakukan monitoring dalam melihat warga memperbaiki rumahnya.

Artikel ini merupakan opini dari Said Abdullah, anggota DPR RI Dapil XI Jatim


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Profil Princess Leonor, Calon Ratu Spanyol yang Ikut Angkat Trofi Juara Piala Dunia 2026, Gayanya Jadi Sorotan!
• 8 jam lalugrid.id
thumb
Polda Jabar Bongkar Sindikat Judi Online Omzet Rp96 Miliar, Sita Alphard hingga Mercy
• 21 jam lalurctiplus.com
thumb
Berselisih di Tempat Makan, Tujuh Orang Keroyok Prada Arif hingga Tewas
• 2 jam lalukompas.id
thumb
Bebi Romeo Masih Syok Usai Putranya Nyaris Tenggelam di Bali, Meisya Siregar: Dia Merasa Gagal Jadi Ayah
• 22 jam lalugrid.id
thumb
Polri Hadirkan Sekolah Unggulan Berstandar Dunia, 297 Siswa Mulai Tempati Kampus
• 4 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.