JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto meminta kepada 1.177 perwira remaja TNI-Polri yang baru saja dilantik untuk menguasai kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) hingga bahasa asing.
Sebab dalam perkembangan zaman saat ini, ancaman terhadap Indonesia sudah berubah dan bukan lagi soal senjata.
"Kuasai ilmu pengetahuan dan teknologi, kuasai kecerdasan buatan, sistem siber, teknologi nirawak, dan bahasa asing," ujar Prabowo dalam amanat Upacara Prasetya Perwira (Praspa) TNI dan Polri Tahun 2026 di Istana, Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Baca juga: Prabowo kepada Perwira Remaja TNI-Polri: Setialah kepada Rakyat Indonesia
Ia menjelaskan, saat ini terdapat ancaman seperti perang siber, perang informasi, penyelundupan, narkotika, kejahatan lintas negara, hingga infiltrasi budaya yang dapat melemahkan bangsa.
Pada saat yang sama, Indonesia sebagai negara juga dituntut lebih cepat dalam merespons persaingan dunia yang semakin ketat.
"Karena itu, Indonesia harus kuat. Kita harus mandiri. Mandiri dalam pangan, energi, teknologi, industri pertahanan, dan ilmu pengetahuan," ujar Prabowo.
Baca juga: Prabowo ke Perwira Baru TNI-Polri: Jangan Korupsi, Gajimu dari Rakyat
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengingatkan kepada 1.177 perwira remaja TNI-Polri yang baru saja dilantik untuk setia kepada rakyat Indonesia.
"Pegang teguh sumpah yang telah Saudara ucapkan, setialah kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, setialah kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Yang paling utama, setialah kepada rakyat Indonesia," ujar Prabowo.
Prabowo meminta agar para perwira baru ini menjadi pelindung dan pengayom rakyat, serta jangan pernah menyalahgunakan jabatannya.
Tegasnya, menjadi perwira TNI dan Polri berarti hadir ketika rakyat menghadapi kesulitan yang disebut sebagai makna pengabdian.
"Kita adalah tentara dan polisi rakyat. Kesulitan rakyat akan menjadi kesulitan Saudara," ujar Prabowo.
Baca juga: Prabowo: Kita adalah Tentara dan Polisi Rakyat, Hadir Saat Rakyat Kesulitan
Dalam upacara tersebut, Prabowo resmi melantik sebanyak 1.177 perwira remaja TNI dan Polri dengan rincian 512 lulusan Akademi Militer (Akmil), 229 lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL), 154 lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU), dan 282 lulusan Akademi Kepolisian (Akpol).
Prabowo juga menyematkan pangkat untuk empat perwira yang menjadi lulusan terbaik atau penerima Adhi Makayasa tahun 2026.
Keempat perwira itu adalah Calvin Tidar Sakti dari Akmil, M Rizqi Wira Utama dari AAL, Yehezkiel Bonaventura dari AAU, dan Harindra Arsandho dari Akpol.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



