TNI menyebut Prada Arif Budi Sampurna (ABS), anggota Kodam XVII/Cenderawasih, tewas akibat dikeroyok dan ditusuk oleh sekelompok orang di Tangerang. Hingga kini, aparat gabungan TNI-Polri menetapkan ada sembilan orang yang diduga terlibat dalam pengeroyokan tersebut.
Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto mengatakan, korban merupakan personel Kodam XVII/Cenderawasih yang tengah bertugas membantu Kantor Perwakilan Kodam XVII/Cenderawasih di Jakarta.
“Kasus tersebut saat ini sudah dalam tahap proses penyidikan di Polres Tangerang Selatan dengan terperiksa saksi sejumlah 17 orang, dari hasil pendalaman penyidikan, dapat kami sampaikan bahwa terduga pelaku pengeroyokan dan penusukan kepada korban (alm) Prada ABS sejumlah 9 orang, sedangkan 8 orang saksi lainnya telah dibebaskan karena tidak ada keterlibatan di dalam kejadian tersebut,” kata Tri dalam keterangannya, Rabu (22/7).
Berawal dari Kesalahpahaman
Tri menjelaskan, insiden bermula dari dugaan salah paham di salah satu tempat makan yang kemudian berujung aksi pengeroyokan. Korban juga disebut mengalami luka tusuk hingga meninggal dunia.
Ia mengatakan, setelah jasad korban ditemukan beserta kartu tanda anggota (KTA) militer, saksi melapor kepada Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Aparat gabungan dari TNI dan Polri kemudian bergerak melakukan pengejaran terhadap para pelaku sekaligus mengumpulkan alat bukti.
“Pihak TNI akan terus mengawal ketat proses hukum ini dan mengimbau masyarakat serta rekan almarhum agar tetap tenang serta menyerahkan penindakan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum,” ujar Tri.
Sebelumnya, Polres Tangerang Selatan mengumumkan telah menangkap empat tersangka dalam kasus tewasnya Prada ABS. Keempatnya berinisial BR, RRGB, MKN, dan H.
Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo mengatakan, korban ditemukan meninggal di Jalan Raya Pondok Hijau Golf, tepatnya di depan pertigaan Cluster Turquoise, Desa Curug Sangereng, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, pada Minggu (19/7) pagi.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, korban mengalami sejumlah luka akibat senjata tajam. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap empat tersangka dalam waktu kurang dari 1x24 jam. Saat ini penyidik masih mendalami kasus tersebut untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa dan keterlibatan para pelaku lainnya.





