Harga Emas Dunia Hari Ini Diramal Menguat, Simak Proyeksi dan Faktornya

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Harga emas (XAU/USD) diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu, 22 Juli 2026. Dupoin Futures menilai kombinasi sinyal teknikal yang semakin positif serta dukungan sentimen fundamental global masih membuka ruang bagi logam mulia untuk menguji level resistance yang lebih tinggi.

Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit mengatakan prospek kenaikan emas masih terjaga selama harga mampu bertahan di atas area support utama, meski pergerakan pasar diperkirakan tetap fluktuatif menjelang rilis sejumlah data ekonomi penting Amerika Serikat (AS).

"Pergerakan emas pada grafik harian (daily) mulai menunjukkan perubahan struktur menuju tren bullish setelah sebelumnya berada dalam fase bearish," ungkap Geraldo menyampaikan analisis Dupoin Futures, Rabu, 22 Juli 2026.

Perubahan tersebut ditandai dengan terbentuknya pola Double Bottom, yang dikenal sebagai salah satu pola pembalikan arah (reversal pattern). Pola ini mengindikasikan mulai meningkatnya minat beli sehingga membuka peluang penguatan harga dalam beberapa sesi perdagangan ke depan. Selain itu, emas juga berhasil menembus Moving Average (MA) 21, yang sebelumnya menjadi area dynamic resistance.

Geraldo menilai keberhasilan menembus MA 21 menunjukkan tekanan jual mulai mereda, sementara pelaku pasar mulai meningkatkan aksi beli. Setelah ditembus, MA 21 kini berpotensi berubah fungsi menjadi dynamic support apabila terjadi koreksi jangka pendek.

Dupoin Futures memperkirakan tren kenaikan masih berpotensi berlanjut selama harga emas mampu bertahan di atas level USD4.060, yang kini menjadi area support utama. Apabila level tersebut tetap terjaga, harga emas berpeluang menguji resistance pertama di kisaran 4.201.

"Jika momentum beli terus berlanjut dan resistance tersebut berhasil ditembus, target kenaikan berikutnya diproyeksikan berada di level USD4.329," papar Geraldo.
 

Baca Juga :

Harga Emas Dunia Naik Hampir 2% hingga Tembus USD4.080
  Indikator stochastic masih dukung penguatan
Selain pola harga, indikator teknikal lain juga memberikan sinyal positif. Dupoin Futures mencatat Stochastic Oscillator masih bergerak naik menuju area overbought, yang menunjukkan momentum beli masih relatif kuat.

Meski kondisi tersebut mengindikasikan pasar mulai memasuki area jenuh beli, hingga saat ini belum terdapat sinyal pelemahan yang signifikan maupun indikasi pembalikan arah.

Kondisi tersebut menunjukkan pembeli (buyer) masih mendominasi pergerakan pasar sehingga peluang kenaikan emas dalam jangka pendek tetap terbuka.

Di sisi lain, Dupoin Futures mengingatkan investor agar tetap mewaspadai potensi koreksi teknikal. Saat harga mendekati area USD4.201 hingga USD4.329, peluang terjadinya aksi ambil untung (profit taking) diperkirakan meningkat.

Menurut Geraldo, koreksi semacam itu merupakan bagian yang wajar dalam tren naik dan belum tentu mengubah arah pergerakan utama. Investor disarankan menunggu konfirmasi tambahan sebelum mengambil keputusan transaksi.


(Ilustrasi pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
  Sentimen safe haven dan The Fed jadi penopang
Dari sisi fundamental, Dupoin Futures menilai prospek emas masih didukung tingginya permintaan terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi global. Selain itu, pelaku pasar juga masih mencermati arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).

Menurut Dupoin Futures, apabila data ekonomi AS menunjukkan perlambatan atau inflasi semakin melandai, peluang The Fed untuk melonggarkan kebijakan moneternya akan meningkat.

Kondisi tersebut berpotensi melemahkan dolar AS dan menurunkan imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury Yield), yang secara historis menjadi sentimen positif bagi harga emas.

Geraldo menjelaskan pelemahan dolar AS akan meningkatkan daya tarik emas di pasar internasional karena logam mulia menjadi relatif lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lain.

Di sisi lain, penurunan imbal hasil obligasi juga akan mengurangi biaya peluang (opportunity cost) dalam memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.
  Investor mesti cermati data ekonomi AS
Meski prospek emas masih positif, Dupoin Futures mengingatkan investor agar tetap mencermati sejumlah agenda ekonomi penting dari AS. Data seperti Consumer Price Index (CPI), Non-Farm Payrolls (NFP), Gross Domestic Product (GDP), hingga keputusan suku bunga The Fed berpotensi memicu volatilitas tinggi di pasar.

Apabila data-data tersebut menunjukkan kondisi ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan, dolar AS berpotensi menguat sehingga dapat memicu aksi ambil untung pada emas dan membatasi ruang kenaikannya.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai prospek harga emas masih cenderung positif. Selama harga bertahan di atas level USD4.060, peluang menuju area USD4.201 hingga USD4.329 dinilai masih terbuka. Namun, investor tetap disarankan menerapkan manajemen risiko dan memantau perkembangan data ekonomi serta dinamika geopolitik global.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Istana Kirim Sinyal Pangkas Anggaran MBG, Tunggu Hasil Evaluasi BGN
• 22 jam lalukatadata.co.id
thumb
Harga Beras, Telur, Daging Ayam dan Sapi Kembali Naik, Cek Daftar Lengkapnya
• 1 jam laluviva.co.id
thumb
TNI: Pelaku Pengeroyokan yang Tewaskan Prada Arif di Tangsel 9 Orang
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Kas Terkuras, Amerika Sudah Rugi Rp671.475 Triliun Akibat Perang Iran
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pantauan Langsung Olah TKP Ledakan Rumah Grand Polonia, Polisi Selidiki Sumber Ledakan
• 43 menit lalukompas.tv
Berhasil disimpan.