LOMBOK TIMUR, DISWAY.ID - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi terus memperkuat peran koperasi sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penyaluran dana bergulir yang disertai pendampingan kelembagaan.
Pendekatan tersebut terbukti mampu melahirkan ekosistem usaha yang berkelanjutan, sebagaimana ditunjukkan Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT Tunas Harapan Syantara (THS) di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.
Didukung pembiayaan dan pendampingan LPDB Koperasi, BMT THS tidak hanya memperluas akses pembiayaan bagi anggota, tetapi juga membangun ekosistem usaha berbasis syariah yang menghubungkan petani ikan, distributor pakan, pengepul, hingga akses pasar dalam satu rantai bisnis yang saling menguatkan.
BACA JUGA:Gus Ipul Apresiasi Kabupaten Bandung Sukseskan Sekolah Rakyat, Siapkan Lahan 7,6 Hektare
Jalaluddin, peternak ayam petelur di Lombok Timur, menilai kemudahan dan kecepatan pembiayaan menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas usahanya-Dok. LPDB Koperasi-
Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto mengatakan, keberhasilan BMT Tunas Harapan Syantara menunjukkan bahwa dana bergulir akan memberikan dampak yang jauh lebih besar ketika dikelola oleh koperasi yang memiliki tata kelola sehat, membangun ekosistem usaha anggota, serta terus berinovasi dalam memberikan pelayanan.
"Keberhasilan BMT Tunas Harapan Syantara menunjukkan bahwa dana bergulir akan memberikan dampak yang jauh lebih besar ketika dikelola oleh koperasi yang memiliki tata kelola yang baik, membangun ekosistem usaha anggotanya, dan terus berinovasi. Bagi LPDB Koperasi, pembiayaan hanyalah pintu masuk. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana koperasi bertumbuh, anggotanya semakin berdaya, usahanya berkembang, dan manfaat ekonomi dapat dirasakan masyarakat secara luas," ujar Krisdianto.
BACA JUGA:Keppres Jampidsus Baru Segera Terbit, Mensesneg: Pengumuman Tunggu Tanda Tangan Presiden Prabowo
Menurut Krisdianto, LPDB Koperasi tidak hanya hadir sebagai lembaga pembiayaan, tetapi juga sebagai mitra strategis koperasi melalui pendampingan kelembagaan, penguatan tata kelola, monitoring usaha, hingga peningkatan kapasitas pengurus agar koperasi mampu tumbuh secara sehat dan berkelanjutan.
"Kami ingin setiap koperasi mitra LPDB tidak hanya tumbuh dari sisi aset dan penyaluran pembiayaan, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ketika koperasi mampu membangun ekosistem usaha seperti yang dilakukan BMT Tunas Harapan Syantara, maka manfaat dana bergulir akan berlipat ganda. Anggota memperoleh akses pembiayaan, kepastian usaha, pendampingan, hingga perluasan pasar. Inilah tujuan besar yang ingin terus kami dorong melalui dana bergulir LPDB Koperasi," tambahnya.
Ketua Pengurus KSPPS BMT Tunas Harapan Syantara, Sarni, menjelaskan koperasi yang berdiri sejak 2013 tersebut kini berkembang menjadi koperasi syariah modern dengan fokus pada layanan simpan pinjam dan pembiayaan syariah.
BACA JUGA:Kemenhaj Perkuat Pelayanan Haji Inklusif bagi Penyandang Disabilitas dan Lansia pada Musim Haji 2027
Berbagai unit usaha produktif yang sebelumnya berada di bawah koperasi dipisahkan ke badan usaha tersendiri agar koperasi dapat fokus menjalankan fungsi intermediasi keuangan tanpa mengurangi keberlanjutan usaha para anggotanya.
Menurut Sarni, langkah tersebut justru menjadi fondasi lahirnya model bisnis berbasis closed loop ecosystem yang kini menjadi kekuatan utama koperasi.
Melalui model tersebut, koperasi tidak hanya memberikan pembiayaan kepada petani ikan, tetapi juga kepada distributor pakan, pengepul, hingga pelaku usaha lain yang berada dalam satu rantai bisnis.
- 1
- 2
- 3
- 4
- »





