Situasi antara Amerika Serikat dan Iran terus menjadi sorotan. Militer AS telah melancarkan serangan malam ke-10 berturut-turut terhadap Iran. Presiden AS Donald Trump mengeluarkan peringatan keras bahwa Iran akan membayar “berkali-kali lipat” atas setiap prajurit Amerika yang tewas. Sementara itu, muncul laporan bahwa para mediator telah mengajukan proposal gencatan senjata selama 10 hari kepada Iran. Di saat yang sama, Menteri Dalam Negeri Iran dikabarkan telah berangkat ke Pakistan.
EtIndonesia.com Militer AS menyelesaikan serangan malam ke-10 terhadap Iran pada Senin (20/7/2026) pukul 21.00 waktu Pantai Timur Amerika Serikat.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) dalam unggahannya kembali menegaskan bahwa kapal-kapal dagang masih terus melintasi Selat Hormuz. CENTCOM juga menyebutkan bahwa sejak awal Mei, militer AS telah membantu sekitar 900 kapal dagang serta pengiriman sekitar 450 juta barel minyak mentah melewati jalur strategis tersebut dengan aman.
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah melancarkan serangan rudal dan drone terhadap pangkalan militer AS di Kuwait. Mereka juga mengklaim telah menyerang dua kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz, sehingga terjadi ledakan dan kebakaran yang memaksa kedua kapal menghentikan pelayaran.
Pada hari Senin, Presiden Donald Trump melalui platform media sosial Truth Social memperingatkan Iran bahwa negara itu akan membayar “berkali-kali lipat” untuk setiap tentara Amerika yang mereka bunuh.
Trump juga mengatakan : “Instruksi ini telah saya sampaikan kepada Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Daniel Caine, serta seluruh pimpinan militer.”
Departemen Pertahanan AS juga mengumumkan identitas dua prajurit AS yang gugur dalam serangan sebelumnya di Yordania, yaitu:
- Letnan Dua Angkatan Darat Tyler Feehan, 25 tahun, berasal dari Hawaii.
- Prajurit Dua Isabella Gonzalez, 19 tahun, berasal dari Texas.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, pada 20 Juli mengatakan: “Yang dapat saya pastikan adalah bahwa dalam beberapa hari terakhir upaya diplomatik kami tetap berlangsung secara aktif. Berbagai usulan dan gagasan yang diajukan oleh para mediator memang telah disampaikan kepada kami.”
Menurut sejumlah laporan, para mediator telah mengajukan sebuah proposal kepada Iran untuk meredakan konflik, dengan target gencatan senjata selama 10 hari.
Pada Senin 20 Juli, Menteri Dalam Negeri Iran Eskandar Momeni telah melakukan kunjungan ke Pakistan. Ia memimpin delegasi tingkat tinggi dan diperkirakan akan membahas perkembangan situasi keamanan kawasan.
Selain itu, beredar laporan bahwa militer AS telah mengerahkan tambahan sejumlah besar pesawat tempur ke kawasan serta menempatkan sistem rudal di Kuwait, yang semakin meningkatkan perhatian terhadap perkembangan situasi.
Laporan gabungan NTD Asia-Pacific Television oleh Chen Huimo dan Chen Lingzhi.





