JAKARTA, DISWAY.ID - Di sebuah gang padat di Sawah Besar, Jakarta Pusat, Selasa 21 Juli 2026 pagi terasa lebih ringan bagi Aniah (36).
Wanita berkulit langsat itu kini bisa bernapas lega karena beban biaya pendidikan anak-anaknya telah berkurang.
Aniah tidak lagi memikirkan iuran sekolah yang dulu rutin setiap bulan membebani keuangan keluarga.
BACA JUGA:Jadwal Layanan SIM Keliling di Jakarta Hari Ini 22 Juli 2026, Cek Lokasinya
Sejak putrinya duduk di bangku kelas IX SMP At-Taqwa dan terdaftar dalam program Sekolah Swasta Gratis Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, ada ruang napas baru dalam pengelolaan keuangan rumah tangga.
Pengeluaran yang sebelumnya menjadi kewajiban kini berubah menjadi peluang.
Bagi Aniah, perubahan itu bukan sekadar angka di catatan bulanan, melainkan langkah kecil menuju masa depan anaknya.
"Sebagian penghasilan suami yang biasanya buat biaya pendidikan sekarang bisa ditabung untuk pendidikan selanjutnya, untuk kuliah nanti," tutur Aniah kepada disway.id dari sambungan telepon.
Cerita Aniah menjadi gambaran sederhana tentang bagaimana kebijakan publik dapat menyentuh kehidupan sehari-hari warga.
BACA JUGA:Tega Lakukan Rudapaksa Bertahun-tahun ke Keponakan, Paman di Bekasi Akhirnya Ditangkap
Dalam konteks Jakarta, kota dengan biaya hidup tinggi, program ini memberi efek domino yang tidak kecil, terutama bagi keluarga berpenghasilan menengah ke bawah.
Bagi banyak keluarga, pendidikan seringkali menjadi pengeluaran terbesar setelah kebutuhan pokok.
Ketika anak tidak tertampung di sekolah negeri, pilihan sekolah swasta kerap menjadi dilema.
Di satu sisi, pendidikan harus terus berjalan.
Di sisi lain, biaya menjadi tantangan.
- 1
- 2
- 3
- 4
- »





