Paris: Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan risiko terhadap keamanan pasokan energi global meningkat di tengah memanasnya ketegangan di Timur Tengah.
Mengutip XInhua, Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol mengatakan, meski pasar minyak dunia masih ditopang sejumlah faktor penyangga, perkembangan terbaru di kawasan telah menambah ketidakpastian terhadap prospek pasar energi.
Dalam pernyataannya pada Selasa, 21 Juli 2026, Birol menyebut produsen di kawasan Teluk, khususnya Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA), terus berupaya menjaga pasokan minyak ke pasar global melalui jalur alternatif di luar Selat Hormuz.
Menurut IEA, ekspor minyak dari kawasan Teluk masih berada di atas level yang tercatat pada periode Maret hingga pertengahan Juni. Sementara itu, peningkatan ekspor minyak dari Amerika Serikat (AS), Brasil, Venezuela, dan Kazakhstan turut membantu menutupi kekurangan pasokan.
IEA menyebut pelepasan sekitar 290 juta barel cadangan minyak strategis oleh negara-negara anggotanya sejak 11 Maret telah membantu meredakan tekanan di pasar. Saat ini, negara-negara anggota masih memiliki lebih dari 1 miliar barel cadangan darurat yang dikelola pemerintah.
Meski demikian, IEA mengingatkan risiko terhadap keamanan energi tidak boleh diremehkan. Persediaan komersial minyak terus menurun, sementara pemulihan produksi bahan bakar olahan seperti diesel dan bensin berjalan lebih lambat dibandingkan pasokan minyak mentah sehingga pasar produk olahan tetap ketat.
Di sektor gas alam, IEA menilai tambahan pasokan gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) dari AS, Kanada, dan negara produsen lainnya telah menutupi sekitar 70 persen kekurangan pasokan akibat gangguan di Selat Hormuz.
Namun, jika pemulihan ekspor dari kawasan Teluk terus tertunda, kondisi pasar LNG berpotensi tetap ketat dan berdampak pada negara-negara pengimpor, termasuk Eropa.
IEA menyerukan penyelesaian konflik yang sedang berlangsung, termasuk pembukaan kembali Selat Hormuz secara penuh dan tanpa syarat, guna mencegah memburuknya keamanan energi global.
Baca juga: Konflik AS-Iran Berlanjut, Purbaya Khawatir Harga Minyak Melonjak Lagi




