Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut pembangunan kembali Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean, Jakarta Selatan tidak menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.
Pramono mengatakan, pembangunan yang roboh ditabrak truk tersebut akan dibiayai menggunakan dana Koefisien Lantai Bangunan (KLB).
Advertisement
“Sudah kami putuskan untuk JPO Tendean tidak menggunakan APBD tetapi menggunakan dana KLB,” kata Pramono dalam konferensi pers realisasi APBD Triwulan II 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Menurut Pramono, keputusan tersebut diambil setelah Pemprov DKI meninjau sejumlah persoalan infrastruktur yang perlu segera ditangani, termasuk kondisi SDN di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan yang sempat menjadi sorotan publik.
“Saya juga baru tahu sudah agak lama belum terselesaikan. Itulah fungsi instrumen APBD Jakarta untuk menyelesaikan persoalan-persoalan lapangan yang seperti itu dan itu termasuk yang menjadi prioritas untuk segera diselesaikan,” jelasnya.
Pramono mengatakan, keputusan itu merupakan bagian dari upaya Pemprov DKI memanfaatkan berbagai skema pembiayaan agar kebutuhan pembangunan dapat dipenuhi tanpa seluruhnya bergantung pada APBD.




