TNI AL Ungkap Penyelundup Timah Ubah Modus demi Hindari Patroli KRI

kompas.com
10 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) III Laksamana Muda TNI Uki Prasetia mengungkapkan, penyelundup timah kini mengubah pola pengiriman untuk menghindari pengawasan ketat TNI AL di jalur laut menuju luar negeri.

Menurut Uki, jika sebelumnya timah ilegal banyak dikirim langsung dari Bangka menuju Batam, Singapura, atau Malaysia melalui laut, kini para pelaku lebih memilih mengirimkannya ke Jakarta melalui jalur darat.

“Itu dengan ketatnya KRI-KRI pengawasan yang di laut, maka penyelundup ini akan menggunakan jalur lain, yaitu salah satunya yang banyak, kita mungkin sudah tiga, empat, lima kali menangkap untuk kapal timah ini, banyak lari ke Jakarta,” kata Uki dalam jumpa pers di Markas Kodaeral III, Jakarta Utara, Rabu (22/7/2026).

Baca juga: TNI AL Gagalkan Dua Kali Penyelundupan Timah, Nilainya Capai Rp 7,6 Miliar

Ia mengatakan, timah diangkut menggunakan truk dari Bangka, kemudian menyeberang dengan kapal roll-on/roll-off (roro).

Dalam proses itu, para pelaku menggunakan modus “lepas kunci”.

“Karena memang dengan menggunakan Jakarta, dengan menggunakan truk, jalur darat, mungkin dengan luasnya Bangka, kemudian menggunakan roro. Dan juga modusnya menggunakan truk 'lepas kunci',” ucap dia.

Saat ini, penyidik masih mendalami pihak-pihak yang terlibat dalam jaringan penyelundupan tersebut.

Baca juga: Polisi Gagalkan Penyelundupan 600 Kg Timah Ilegal, Disamarkan sebagai Ikan Asin

TNI AL juga berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung, khususnya Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Jadi tersangka sampai saat ini belum ada, jadi masih kita proses dulu penyelidikan yang sesuai dengan PPNS bidang timah atau ESDM,” ucap uKI.

“Nanti akan kita kembangkan seberapa jauh keterlibatan dari perusahaan tersebut. Jadi masih sebatas kita sebagai Angkatan Laut untuk penangkapan jalur terutama untuk ilegal yang lewat dan juga lewat laut," imbuh dia.

TNI AL gagalkan penyelundupan timah

Diberitakan sebelumnya, TNI Angkatan Laut (AL) menggagalkan dua upaya penyelundupan pasir timah dan timah balok ilegal dalam operasi terpisah pada 4 Juli dan 18 Juli 2026.

Uki mengatakan, kedua pengungkapan itu berawal dari informasi intelijen yang kemudian ditindaklanjuti oleh tim gabungan TNI AL bersama sejumlah instansi terkait.

Jenderal bintang dua itu menjelaskan, pengungkapan pertama dilakukan pada Sabtu (4/7/2026).

Saat itu, tim gabungan mengamankan pasir timah ilegal yang dikirim dari Bangka Belitung melalui kapal roro menuju Jakarta.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Muatan tersebut dibawa menggunakan truk Fuso dan rencananya akan dikirim ke kawasan pergudangan di Ancol sebelum akhirnya diamankan petugas.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wali Kota Medan Kumpulkan Konsultan dan Dinas Terkait, Bahas Pelayanan PBG dan Tutup Celah Pungli
• 7 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Sudaryono: Nanik S Deyang Kakak Saya
• 10 jam laluliputan6.com
thumb
Mengapa Bom Menjadi Alat Balas Dendam?
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
BPBD Aceh Barat Terus Padamkan Karhutla yang Meluas hingga 12,5 Hektare di Empat Kecamatan
• 10 jam lalupantau.com
thumb
Prabowo Akan Lantik 1.177 Perwira Muda TNI-Polri di Istana, Empat Taruna Terbaik Raih Adhi Makayasa
• 17 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.