Ketegangan Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang fasilitas nuklir bawah tanah Pickaxe Mountain. Ancaman itu muncul di tengah operasi militer terbaru Washington yang diklaim menargetkan kemampuan militer Iran.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan serangan terbaru dilakukan untuk melemahkan ancaman Iran terhadap pelayaran internasional di Selat Hormuz. Sejumlah sasaran disebut berhasil dihantam, mulai dari pusat operasi militer, fasilitas maritim, hanggar pesawat, lokasi penyimpanan drone, hingga infrastruktur logistik.
CENTCOM juga menuduh Iran menyerang lebih dari 30 kapal dagang yang melintas di Selat Hormuz selama tiga bulan terakhir. Menurut militer AS, tindakan tersebut mengancam keselamatan pelaut sipil dan kebebasan navigasi internasional.
"Serangan yang tidak beralasan tersebut telah membahayakan ratusan pelaut yang tidak bersalah dan merusak kebebasan navigasi."
Di tengah eskalasi tersebut, Trump mengungkapkan target berikutnya bisa mengarah ke Pickaxe Mountain atau Kuh-e Kolang Gaz La. Kompleks bawah tanah yang berada dekat fasilitas nuklir Natanz itu diyakini menjadi salah satu lokasi paling terlindungi dalam program nuklir Iran.
"Kita akan segera menyerang daerah itu, dan dengan sangat gencar."
Trump menyampaikan pernyataan itu saat bertemu Presiden Lebanon Joseph Aoun di Gedung Putih. Ia mengaku sengaja mengumumkan target operasi meski biasanya tidak pernah mengungkap sasaran militer sebelum serangan dilakukan.
Ancaman Washington langsung memicu respons dari Teheran. Komando militer Khatam Al-Anbiya menegaskan serangan terhadap fasilitas nuklir akan dianggap sebagai perluasan perang di kawasan.
Iran juga memperingatkan akan menyerang kepentingan Amerika Serikat, sekutunya, serta pihak-pihak yang mendukung Washington apabila ancaman tersebut direalisasikan. Sementara itu, media pemerintah Iran melaporkan sistem pertahanan udara telah diaktifkan setelah ledakan terdengar di sejumlah wilayah, termasuk Teheran, Tabriz, Chabahar, Konarak, dan Bushehr.
Pickaxe Mountain berada sekitar 220 kilometer di selatan Teheran dan hanya berjarak sekitar dua kilometer dari fasilitas pengayaan uranium Natanz. Menurut laporan The Guardian, kompleks itu dibangun hampir 100 meter di dalam gunung agar mampu bertahan dari serangan udara.
Pembangunan fasilitas tersebut dimulai pada 2020 setelah Iran melaporkan adanya sabotase terhadap fasilitas Natanz. Lokasi itu disebut digunakan untuk mendukung pengembangan sentrifugal canggih yang berfungsi dalam proses pengayaan uranium.
Baca Juga: Donald Trump Sesumbar Bakal Hantam Lokasi Nuklir Iran dalam Waktu Dekat
Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi sebelumnya mengungkapkan Iran memang cenderung menempatkan fasilitas nuklir paling sensitif di bawah tanah. Langkah itu dinilai sebagai strategi untuk melindungi aset penting dari potensi serangan militer.
"Ini adalah bagian dari niat mereka yang cukup sistematis untuk menempatkan fasilitas paling sensitif mereka di bawah tanah."





