BI Pertahankan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2026 di Tengah Memanasnya Konflik Global

idxchannel.com
7 jam lalu
Cover Berita

BI mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2026 di kisaran 4,9-5,7 persen.

BI Pertahankan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2026 di Tengah Memanasnya Konflik Global (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Bank Indonesia (BI) mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2026 di kisaran 4,9-5,7 persen di tengah memanasnya konflik geopolitik dan tekanan di pasar keuangan internasional. 

Gubernur BI Perry Warjiyo meyakini ketahanan permintaan domestik serta bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran akan mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga:
BI Rate Diproyeksi Tembus 6,75 Persen di Akhir 2026, SMF Soroti Risiko Perlambatan KPR

"Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 berada dalam kisaran 4,9 hingga 5,7 persen," kata Perry dalam konferensi pers hasil RDG BI, Rabu (22/7/2026).

Perry menjelaskan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2026 masih ditopang kuat oleh permintaan domestik. Konsumsi pemerintah meningkat seiring berlanjutnya realisasi berbagai program prioritas nasional, percepatan belanja pemerintah, pembayaran gaji ke-13 aparatur sipil negara (ASN), serta penyaluran bantuan sosial kepada keluarga penerima manfaat.

Baca Juga:
BI Prediksi Suku Bunga The Fed Naik di Triwulan IV-2026

Di sisi lain, konsumsi rumah tangga juga tetap terjaga berkat berbagai stimulus pemerintah, mulai dari bantuan pangan, potongan tarif transportasi, hingga program magang dan pelatihan vokasi nasional. 

Sementara itu, investasi masih didukung oleh pembangunan berbagai proyek yang masuk dalam Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN). Namun, Perry menilai investasi swasta masih perlu terus ditingkatkan agar mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat.

Baca Juga:
IHSG Pangkas Koreksi usai BI Tahan Suku Bunga di Level 5,75 Persen

Dari sisi eksternal, Bank Indonesia menilai kinerja ekspor perlu terus diperkuat untuk memanfaatkan tingginya harga komoditas global, meski prospek pertumbuhan ekonomi dunia masih melambat.

Secara sektoral, sejumlah lapangan usaha tetap mencatatkan pertumbuhan yang solid, terutama industri pengolahan, konstruksi, serta transportasi dan pergudangan yang ditopang oleh implementasi berbagai program pemerintah.

Baca Juga:
BI Rate Diputuskan Tetap 5,75 Persen dalam RDG Juli 2026

"Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah melalui bauran kebijakan yang diarahkan untuk menjaga stabilitas makroekonomi sekaligus mendorong sumber-sumber pertumbuhan baru," tutur Perry.

Meski demikian, Perry mengingatkan bahwa tantangan global kembali meningkat setelah eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran pada awal Juli 2026 yang mengganggu lalu lintas perdagangan di Selat Hormuz. Kondisi tersebut memicu kenaikan harga minyak dan berbagai komoditas dunia serta meningkatkan tekanan inflasi global.

Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia pada 2026 hanya mencapai sekitar 3,0 persen, sementara inflasi global meningkat menjadi sekitar 4,5 persen. Situasi itu juga mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat (Fed Funds Rate) lebih cepat pada triwulan IV-2026, disertai kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS. 

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Presiden La Liga Sebut Piala Dunia 64 Tim Akan ‘Menghancurkan Sepak Bola’
• 17 jam lalumedcom.id
thumb
Berita Populer: Target Nilai TKDN Isuzu; Kamuflase Toyota Innova Zenix Baru
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Truk Kontainer Rem Blong Tabrak 3 Motor dan Pejalan Kaki di Jombang, 2 Orang Tewas 6 Luka
• 9 jam lalurctiplus.com
thumb
Airlangga: Lokasi PFII dan KEK Bisa Satu Wilayah, Berbagi Zonasi
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Sah! Nathalie Holscher dan Aripat Resmi Menikah, Ini Maharnya
• 5 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.