BI Catat Transaksi BI FAST Tembus Rp3.777 Triliun pada Triwulan II-2026

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bank Indonesia (BI) mencatat kinerja layanan pembayaran ritel BI-FAST terus menunjukkan pertumbuhan yang kuat pada triwulan II-2026.

BI Catat Transaksi BI FAST Tembus Rp3.777 Triliun pada Triwulan II-2026 (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Bank Indonesia (BI) mencatat kinerja layanan pembayaran ritel BI-FAST terus menunjukkan pertumbuhan yang kuat pada triwulan II-2026. Volume transaksi yang diproses melalui BI-FAST mencapai 1.529 juta transaksi atau meningkat 38,09 persen secara tahunan (year on year/yoy), dengan nilai transaksi mencapai Rp3.777 triliun.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, peningkatan transaksi BI-FAST mencerminkan semakin luasnya pemanfaatan layanan pembayaran digital yang cepat, efisien, dan aman oleh masyarakat maupun pelaku usaha.

Baca Juga:
BI Kucurkan Insentif Makroprudensial Rp431,9 Triliun hingga Awal Juli 2026

Selain BI-FAST, transaksi pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) juga mencatat pertumbuhan yang sangat tinggi. Volume transaksi QRIS meningkat 100,12 persen secara tahunan pada triwulan II-2026, didorong oleh bertambahnya jumlah pengguna dan merchant yang memanfaatkan sistem pembayaran berbasis kode QR tersebut.

"Pertumbuhan ini didukung oleh meningkatnya jumlah pengguna, maupun merchant yang mulai mengadopsi sistem pembayaran digital," ujarnya dalam Pengumuman RDG Bulanan Bulan Juli 2026 secara virtual, Rabu (22/7/2026).

Baca Juga:
Jaga Stabilitas Rupiah, BI Optimalkan Intervensi di Pasar NDF Luar Negeri dan Domestik

Untuk transaksi bernilai besar, volume transaksi yang diproses melalui sistem Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) mencapai 2,63 juta transaksi atau tumbuh 13,03 persen secara tahunan. Sementara itu, nilai transaksi BI-RTGS meningkat 12,66 persen menjadi Rp53.492 triliun pada periode yang sama.

Di sisi pengelolaan uang rupiah, BI mencatat Uang Kartal yang Diedarkan (UYD) tumbuh 14,03 persen secara tahunan menjadi Rp1.315 triliun pada triwulan II-2026. Pertumbuhan tersebut menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai tetap terjaga di tengah semakin pesatnya penggunaan instrumen pembayaran digital.

Baca Juga:
BI Prediksi Suku Bunga The Fed Naik di Triwulan IV-2026

Perry menegaskan, stabilitas sistem pembayaran nasional tetap terjaga berkat dukungan infrastruktur yang andal serta struktur industri yang sehat. Penyelenggaraan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (SPBI) maupun sistem pembayaran industri berjalan lancar, didukung kecukupan pasokan uang rupiah dalam jumlah dan kualitas yang memadai.

Menurutnya, penguatan interkoneksi antarpelaku industri juga terus mendorong perluasan ekosistem Ekonomi Keuangan Digital (EKD). Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat struktur industri sistem pembayaran dengan memastikan setiap pengembangan aktivitas, produk, maupun kerja sama memenuhi aspek manajemen risiko dan sejalan dengan arah kebijakan bank sentral.

Baca Juga:
Wamentan Optimistis Mampu Mengemban Tugas Kepala BGN

"Bank Indonesia juga akan terus memastikan keamanan dan keandalan infrastruktur SPBI, baik ritel maupun wholesale, serta menjaga ketersediaan uang rupiah dalam jumlah yang cukup dan berkualitas layak edar di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, termasuk daerah terdepan, terluar, dan terpencil (3T)," kata Perry.

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sopir Angkot di Sampang Culik Siswi SMA lalu Dilecehkan, Polisi Tangkap Pelaku
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Densus 88 Tangkap 2 Orang di Ciamis & Lampung, Diduga Sebar Propaganda Terorisme
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
OJK Serahkan Aset DSI ke Bareskrim Polri
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Prabowo Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN Sore Ini
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
Karena Kesalahan INEOS, tidak Ada Klub yang Mau Beli Marcus Rashford, Terpaksa Main di MU Musim Depan
• 11 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.