Liputan6.com, Jakarta - Kerja sama konservasi keanekaragaman hayati laut dan pengembangan ekonomi pesisir berkelanjutan terus diperkuat oleh Uni Eropa dan Pemerintah Indonesia.
Penguatan kerja sama tersebut melalui program yang telah menjangkau ribuan masyarakat di Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut).
Advertisement
Berdasarkan siaran pers yang dirilis EU-Indonesia Cooperation Facility (EUICF), aksi tersebut merupakan upaya Uni Eropa dan negara anggotanya berkontribusi pada konservasi keanekaragaman hayati serta ekonomi biru yang berkelanjutan di Indonesia.
Tim Eropa yang terdiri atas para duta besar dan pejabat tinggi dari 13 negara anggota Uni Eropa serta Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia kemudian meninjau pelaksanaan program Marine Biodiversity and Support of Coastal Fisheries in the Coral Triangle di Minahasa Utara.
Program tersebut merupakan kerja sama dengan Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), didanai Uni Eropa melalui Bank Pembangunan Jerman (KfW), dan dilaksanakan bersama Wildlife Conservation Society (WCS) Indonesia.
Pada kesempatan tersebut, delegasi meninjau kawasan konservasi laut serta bertemu kelompok masyarakat dari Desa Gangga Dua, Bahoi, Lihunu, Tarabitan, Bulutui, dan Galo-Galo untuk melihat hasil kolaborasi pemerintah, mitra internasional, dan masyarakat dalam menjaga ekosistem laut.
"Indonesia memiliki peran penting bagi dunia karena menjadi rumah bagi salah satu ekosistem laut terkaya yang dimiliki bumi ini," ujar Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Denis Chaibi, melansir Antara.
"Lewat strategi Global Gateway, Uni Eropa turut mendukung upaya pemulihan terumbu karang, penguatan sektor perikanan, dan penciptaan peluang ekonomi bagi masyarakat pesisir, termasuk di Minahasa Utara," sambung dia.




