Pantau - Direktur NEXT Indonesia Center Herry Gunawan mengusulkan penggabungan PalmCo, subholding BUMN bidang kelapa sawit di bawah PTPN Group, dengan Agrinas Palma guna membangun ekosistem bisnis perkebunan yang lebih kuat dan efisien.
Penggabungan Dinilai Hilangkan Tumpang Tindih BisnisHerry menilai penggabungan kedua entitas tersebut dapat mengikuti model konsolidasi yang telah diterapkan pada InJourney dan Pelindo.
Ia mengungkapkan, “Menurut saya, dua entitas ini sebaiknya digabungkan, seperti yang sudah terjadi di InJourney atau Pelindo, agar terkonsolidasi.”
Menurut Herry, restrukturisasi BUMN harus mampu mengakhiri tumpang tindih bisnis antarperusahaan milik negara sehingga setiap entitas dapat saling mendukung.
Ia mengungkapkan, “Dengan demikian bisa saling mendukung, bukan saling beradu di pasar yang sama.”
Herry juga menilai restrukturisasi BUMN yang telah berjalan merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan efisiensi melalui konsolidasi perusahaan dengan lini bisnis serupa.
Ia mengungkapkan, “Kebijakan ini merupakan langkah yang tepat untuk membuat bisnis BUMN lebih efisien.”
Pemerintah Targetkan Perampingan Jumlah BUMNPresiden Prabowo Subianto sebelumnya menyampaikan penghematan dari penutupan, merger, dan konsolidasi 250 BUMN hingga 31 Juli 2026 mencapai Rp50 triliun.
Penghematan tersebut berasal dari berkurangnya biaya rutin seperti gaji direksi dan komisaris, biaya sewa gedung, listrik, serta pengeluaran operasional lainnya.
Presiden juga menargetkan jumlah BUMN pada akhir 2026 menjadi maksimal 350 entitas dari sebelumnya sebanyak 1.077 BUMN.
Prabowo mengungkapkan, "Mereka (Danantara, red.) menyanggupi."
Presiden meyakini jika target perampingan tercapai maka potensi penghematan negara dapat meningkat hingga mendekati Rp70 triliun sampai Rp80 triliun.




