BANDAR LAMPUNG, KOMPAS — M Zulfikar Drakel (25), dokter asal Kalimantan Tengah yang sedang menjalani program internship di Lampung, ditemukan meninggal di sebuah penginapan di Kota Metro, Lampung, Selasa (21/7/2026) malam. Hingga kini, penyebab kematian dokter muda tersebut masih dalam penyelidikan kepolisian.
Penemuan jasad Zulfikar berawal dari kecurigaan rekan kerjanya karena ia tidak masuk dinas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sukadana, Kabupaten Lampung Timur. Salah seorang rekannya kemudian mendatangi penginapan tempat Zulfikar tinggal selama menjalani masa internship.
Saat itu, penjaga penginapan juga mulai curiga karena penghuni kamar tidak terlihat beraktivitas seperti biasanya. Petugas akhirnya membuka paksa pintu kamar yang ditempati Zulfikar. Dokter muda tersebut diketahui telah menyewa kamar itu sekitar empat bulan terakhir.
"Karena curiga, akhirnya kami membuka pintu kamar dan mendapati korban sudah meninggal dunia. Setelah itu kami langsung melapor ke pihak kepolisian," ujar Hendri, salah seorang karyawan Guest House Sakinah, Rabu (22/7/2026).
Saat ditemukan, jasad Zulfikar berada di kamar mandi dalam posisi terjatuh. Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada kepolisian.
Tim Inafis Polres Metro segera mendatangi lokasi pada Selasa malam. Jenazah Zulfikar kemudian dievakuasi ke RSUD Jenderal Ahmad Yani, Kota Metro, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kepala Polres Metro Ajun Komisaris Besar Polisi Hangga Utama Darmawan mengatakan, penyidik masih melakukan serangkaian penyelidikan. Polisi belum dapat menyimpulkan penyebab kematian korban karena proses pemeriksaan masih berlangsung.
Sejauh ini, polisi telah meminta keterangan dari sejumlah saksi, termasuk rekan kerja yang terakhir berkomunikasi dengan Zulfikar. Penyidik juga mendalami riwayat kesehatan korban. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, belum ditemukan indikasi adanya tindak kekerasan.
Secara terpisah, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Lampung Josi Harnos menyampaikan duka cita atas meninggalnya Zulfikar. Setelah menerima kabar tersebut, Josi mengaku langsung mendatangi RSUD Jenderal Ahmad Yani untuk mengawal proses evakuasi dan pemeriksaan jenazah.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kata Josi, tidak ditemukan indikasi adanya tindak kekerasan maupun intimidasi terhadap Zulfikar. IDI Lampung juga telah menelusuri jadwal dinas korban dan memastikan beban kerjanya selama menjalani program internship masih dalam batas yang wajar.
Sebelum ditemukan meninggal dunia, Zulfikar diketahui sempat mengalami gangguan kesehatan dan menjalani operasi di Lampung. Meski demikian, Josi menegaskan pihaknya tetap menunggu hasil penyelidikan kepolisian mengenai penyebab pasti kematian korban.
"Kami juga telah melaporkan peristiwa ini kepada Dinas Kesehatan Provinsi Lampung dan Kementerian Kesehatan," ujarnya.
Selama menjalani program internship di Lampung, Zulfikar diketahui tidak memiliki keluarga yang tinggal di daerah tersebut. Seluruh anggota keluarganya berada di Kalimantan Tengah.
"Kami merasa kehilangan dan menyampaikan duka cita yang mendalam. Selama ini, IDI Wilayah Lampung tidak pernah meninggalkan dokter yang sedang menjalankan tugas di Lampung," kata Josi.





