Sungai Cisadane Surut Imbas Kemarau, Kini Jadi Tempat Rekreasi Warga Keranggan Tangsel

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Musim kemarau mengubah wajah Sungai Cisadane di Kampung Keranggan, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, Rabu (22/7/2026).

Debit air yang menyusut memunculkan hamparan pasir dan bebatuan di tepian sungai. Kondisi itu kemudian dimanfaatkan warga sebagai tempat berkumpul dan berekreasi gratis bersama keluarga.

Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, suasana di tepian sungai tampak ramai oleh warga, terutama anak-anak.

Baca juga: Pengelolaan Sampah TPST Bantargebang Beralih ke Controlled Landfill, Ini Bedanya dengan Open Dumping

Mereka tampak berenang di aliran air yang dangkal, sementara para orangtua duduk di tepian Sungai Cisadane sambil memantau anak-anak mereka.

KOMPAS.com/INTAN AFRIDA RAFNI Potret anak-anak Kampung Keranggan, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, yang sedang berenang saat Sungai Cisadane menyusut.
Salah satunya adalah Yani (39), warga ampung Keranggan, yang datang bersama ibu-ibu lainnya. Mereka terlihat menggelar tikar bewarna coklat di tepian Sungai Cisadane dan di atas bebatuan.

Di hadapan mereka tersaji nasi liwet, sayur asem, ikan asin, sambal, hingga gorengan yang dibawa dari rumah untuk disantap bersama.

Bagi warga Kampung Keranggan, pemandangan seperti itu bukanlah hal baru.

Pasalnya, setiap musim kemarau tiba, tepian Sungai Cisadane yang mengering selalu berubah menjadi ruang berkumpul warga. Tradisi itu bahkan telah mereka rasakan sejak masih kecil.

"Iya, setiap tahun. Pokoknya setiap kemarau pasti ramai di sini. Antara Juni sampai Agustus biasanya seperti ini," ujar Yani saat ditemui Kompas.com di lokasi, Rabu.

Menurut Yani, momen berkumpul di tepian sungai tersebut selalu dinantikan warga. Mereka datang bersama keluarga atau tetangga untuk menikmati suasana yang berbeda ketika air sungai surut.

Baca juga: Aturan Denda Rp 500.000 Sudah Ada, Mengapa Warga Jakarta Masih Buang Sampah ke Sungai?

"Memang sudah begini, karena kami memang warga sini asli," kata dia.

Hal serupa juga disampaikan warga Kampung Keranggan lainnya, Minar (43). Ia mengatakan, tidak ada persiapan khusus saat datang bersama keluarganya ke tepian sungai.

KOMPAS.com/INTAN AFRIDA RAFNI Para orang tua saat menemani anak-anak mereka berenang di Sungai Cisadane sambil piknik di tepian sungai.
Ia hanya membawa makanan yang tersedia di rumah untuk kemudian dinikmati bersama.

"Enggak janjian bawa apa. Ini mah inisiatif sendiri saja. Yang penting kita mau makan bareng," kata Minar.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Selain makan bersama, sungai yang surut juga dimanfaatkan anak-anak untuk berenang dan bermain.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sudaryono Dianggap Mampu Lakukan Terobosan di Badan Gizi Nasional
• 11 jam lalujpnn.com
thumb
Sudaryono Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN, NasDem Harap Tata Kelola Dibenahi
• 8 jam laludetik.com
thumb
Daftar Peraih Adhi Makayasa 2026 Beserta Profil Singkatnya
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
OJK Tetapkan Tiga Fokus Pengembangan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah untuk Perluas Dampak bagi Masyarakat
• 21 jam lalupantau.com
thumb
Transformasi Digital Dorong Daya Saing Brand Lokal di Tengah Tantangan Ekonomi
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.