Perkuat Mitigasi Bencana, Pemprov Sulsel Kolaborasi Intensif dengan BMKG

harianfajar
5 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memperkuat kolaborasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk menghadapi berbagai risiko bencana yang mengancam wilayah tersebut. Informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika dari BMKG menjadi acuan utama dalam mitigasi bencana dan pengambilan kebijakan di Sulsel, khususnya dalam menghadapi cuaca ekstrem dan potensi bencana hidrometeorologi.

Dalam peringatan Hari Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (HMKG) ke-79 yang digelar di Kantor Balai Besar BMKG Wilayah IV Makassar pada Selasa (21/7/2026), Sekretaris Daerah Sulsel, Jufri Rahman, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana. Upacara yang mengusung tema “BMKG Hebat, Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” dihadiri oleh berbagai pejabat dari BMKG, BPBD Sulsel, dan instansi teknis terkait.

Jufri Rahman membacakan sambutan Gubernur Sulawesi Selatan yang menyampaikan harapan agar pelayanan informasi BMKG semakin cepat, akurat, dan terpercaya sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sulawesi Selatan, dengan karakteristik geografis yang beragam mulai dari pegunungan, dataran rendah, pesisir hingga kepulauan, rentan terhadap berbagai bencana seperti banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, kekeringan, gelombang tinggi, dan gempa bumi. Oleh karena itu, BMKG memiliki peran strategis dalam menyediakan informasi serta peringatan dini untuk mendukung sistem perlindungan masyarakat dan pengurangan risiko bencana.

“Sinergi yang selama ini terjalin antara BMKG dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan patut kita syukuri dan terus diperkuat. Melalui kolaborasi yang baik, informasi cuaca ekstrem, potensi bencana hidrometeorologi, serta berbagai peringatan dini dapat disebarluaskan secara cepat sehingga masyarakat memiliki waktu untuk melakukan langkah antisipasi,” jelas Jufri Rahman.

Lebih lanjut, Jufri mengajak seluruh pemangku kepentingan mulai dari BMKG, BNPB, BPBD, Basarnas, TNI, Polri, pemerintah kabupaten/kota, perguruan tinggi, media massa, dunia usaha, hingga masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun sistem mitigasi bencana yang efektif.

“Kita harus memastikan setiap informasi yang diterbitkan BMKG dapat diterima dengan cepat, dipahami dengan benar, dan ditindaklanjuti secara tepat,” pungkasnya.

Menurutnya, meskipun bencana tidak dapat dicegah, pemanfaatan ilmu pengetahuan, teknologi, kolaborasi, dan sistem peringatan dini yang andal dapat mengurangi risiko, menyelamatkan lebih banyak jiwa, dan membangun Sulawesi Selatan yang tangguh dan adaptif terhadap perubahan iklim.

Usai upacara, Jufri Rahman melakukan peninjauan ke Network Operation Center (NOC) Balai Besar BMKG Wilayah IV. Kepala Balai Besar BMKG Wilayah IV, Nasrol Adil, memaparkan berbagai sistem pemantauan yang dimiliki BMKG seperti Indonesian Weather Information for Shipping (INA-WIS), sistem prediksi curah hujan, pemantauan aktivitas kegempaan, serta layanan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika lainnya.

Peninjauan ini menunjukkan kesiapan sistem informasi BMKG dalam mendukung pengambilan keputusan pemerintah dan perlindungan masyarakat dari potensi bencana di Sulawesi Selatan. (*/)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Ungkap Bupati Lombok Barat Punya 55 Aset Tanah, Tapi Hanya 24 Dilaporkan
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Amanat Prabowo di Acara Pelantikan Perwira Remaja TNI-Polri: Jangan Ada Loyalitas Korps Sempit
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Usai Dilantik, Sudaryono Tancap Gas Pimpin Rapat dengan Jajaran BGN
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
Gerindra Dorong Pembangunan Pelabuhan Pulau Rau-Daruba, Layani 40 Ribu Warga Kepulauan
• 10 jam laludetik.com
thumb
Alasan Pelapor Cabut Laporan Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya
• 17 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.