WASHINGTON, KOMPAS.TV - Presiden Lebanon Joseph Aoun menegaskan pelucutan senjata Hizbullah mungkin baru bisa dilakukan jika Israel menarik pasukannya dari negara tersebut. Aoun menilai pendudukan Israel di Lebanon harus diakhiri untuk menjamin perdamaian di kawasan.
Hal ini disampaikan Aoun dalam acara makan malam yang diselenggarakan Duta Besar Lebanon untuk AS Nada Hamadeh Moawad di Washington, Rabu (22/7/2026).
Aoun berada di Washington setelah bertemu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Selasa (21/7/2026).
"Lebanon membutuhkan perlindungan, tidak hanya bagi Lebanon sendiri, tetapi juga untuk kawasan karena ini juga berdasarkan fondasi yang sama dengan negara Anda," kata Aoun dalam acara yang juga dihadiri pejabat Gedung Putih dan anggota Kongres AS.
Baca Juga: Menteri Israel Kritik Netanyahu karena Kesepakatan Israel-Lebanon, Yakin Hizbullah Tak Akan Dilucuti
Aoun menekankan pasukan Israel harus meninggalkan daerah pendudukan agar seluruh wilayah Lebanon bisa dikontrol militer dan Hizbullah dilucuti.
"Hizbullah hanya bisa dilucuti jika kita bersedia melakukan langkah-langkah yang diperlukan, salah satunya mengakhiri pendudukan (Israel), militer (Lebanon) memegang kendai di seluruh negeri, dan program rekonstruksi yang dijalankan negara," kata Joseph Aoun dikutip Al Jazeera.
Sebelumnya, dalam pertemuan di Washington, Donald Trump berjanji akan membantu Lebanon di tengah pendudukan Israel.
Akan tetapi, Trump tidak mengumumkan kebijakan konkret apa pun mengenai Lebanon. Presiden AS itu juga enggan memberi kepastian waktu mengenai penarikan pasukan Israel.
"Mereka (militer Israel) sedang melakukan itu. Mereka dalam proses untuk pengiriman ulang ke seksi lain," kata Trump.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- konflik israel lebanon
- pelucutan senjata hizbullah
- pendudukan israel di lebanon
- lebanon
- donald trump





