Probolinggo (beritajatim.com) – Momen siaran pertandingan Piala Dunia diduga dimanfaatkan pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) untuk melancarkan aksinya.
Sebuah sepeda motor Honda Beat Street milik Muhammad Fani, warga Desa Pondokkelor, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, nyaris raib digondol maling. Beruntung aksi tersebut gagal setelah dipergoki pemilik rumah dan terekam kamera pengawas (CCTV).
Peristiwa itu terjadi pada Senin dini hari (20/7/2026) di sebuah bengkel yang berada di tepi Jalur Pantura, Desa Pondokkelor. Saat kejadian, Fani bersama keluarganya berada di dalam rumah, sedangkan sepeda motornya diparkir di teras.
Upaya pencurian terbongkar ketika istri Fani mendengar suara mencurigakan dari luar rumah menjelang waktu subuh. Saat keluar untuk memastikan sumber suara, ia mendapati seorang pria mengenakan hoodie sedang berusaha membawa kabur sepeda motor tersebut.
“Istri saya mendengar suara gaduh dari luar. Begitu dicek, ternyata ada orang yang mencoba mencuri motor. Istri saya langsung berteriak sehingga pelaku kabur,” ujar Muhammad Fani saat ditemui di kediamannya pada rabu (22/7/2026) sore.
Rekaman CCTV memperlihatkan pelaku diduga beraksi secara berkelompok. Seorang pelaku turun untuk mengeksekusi pencurian, sementara rekannya menunggu di atas sepeda motor di pinggir Jalur Pantura sebagai pengawas sekaligus bersiap membawa kabur pelaku jika aksinya berhasil.
Fani menduga para pelaku telah mengamati situasi sebelum beraksi. Menurutnya, malam itu kondisi lingkungan jauh lebih sepi dibanding biasanya karena banyak warga memilih menyaksikan siaran pertandingan Piala Dunia.
“Biasanya di sini ramai teman-teman yang nongkrong. Tapi malam itu sepi karena banyak yang nonton pertandingan Piala Dunia,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa kejadian tersebut bukan yang pertama. Percobaan pencurian kali ini merupakan aksi kedua yang menyasar kendaraannya. Seluruh peristiwa telah dilaporkan kepada pihak kepolisian.
“Ini sudah yang kedua kalinya. Saya berharap pelakunya segera ditangkap supaya tidak semakin meresahkan warga,” harapnya.
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan sejumlah saksi serta menelusuri rekaman CCTV untuk mengidentifikasi ciri-ciri kedua terduga pelaku. (rap/ian)




